Lamanesia.com – Pemerintah Kota Jambi mulai melakukan sosialisasi pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) tahun 2025 yang digagas sebagai solusi energi alternatif bagi masyarakat. Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa jargas menjadi pilihan yang lebih murah, aman, dan berkelanjutan, terutama bagi warga kurang mampu yang masih bergantung pada gas elpiji 3 kg.
“Kita ingin menghadirkan energi yang lebih stabil dan ekonomis. Jargas ini lebih aman, bisa digunakan 24 jam, dan risikonya jauh lebih kecil dibandingkan elpiji,” ujar Maulana dalam kegiatan sosialisasi bersama para ketua RT, lurah, dan camat, Rabu (3/12).
Tahun ini, Kota Jambi mendapat kuota pembangunan jargas sebanyak 13.290 sambungan rumah (SR)—jumlah terbesar sepanjang sejarah pembangunan jargas di kota itu. Maulana menyebut capaian ini sebagai lompatan besar.
“Lebih dari 13.200 rumah akan tersambung tahun ini. Secara keekonomian sangat efisien, masyarakat bisa menghemat antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per bulan,” jelasnya.
Selain hemat, jargas dinilai memberikan kenyamanan lebih. Warga tidak lagi harus membeli atau mengantre elpiji. “Tidak habis, hidup 24 jam, dan penggunaannya mudah. Manfaatnya sangat besar,” kata Maulana.
Ia juga menyinggung progres di periode sebelumnya saat dirinya masih menjabat Wakil Wali Kota. Saat itu, alokasi jargas baru sekitar 11 ribu sambungan. “Baru satu tahun menjabat Wali Kota, alhamdulillah kita mendapat lebih dari 13 ribu SR. Ini pencapaian besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Proyek pembangunan jaringan gas ini memiliki masa pelaksanaan sekitar delapan bulan, dengan uji fungsi ditargetkan berlangsung pada pertengahan tahun depan. Namun Maulana meminta dukungan penuh masyarakat, mengingat proses pemasangan melibatkan kegiatan penggalian dan pemasangan pipa hingga ke dapur rumah warga.
“Karena menggunakan ruang milik jalan dan lorong sampai ke dapur, masyarakat harus menyiapkan kondisi rumah, terutama area dapur. Semakin cepat siap, semakin cepat proses pemasangan,” jelasnya.
Menutup sosialisasi, Maulana kembali menegaskan bahwa jargas memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga.
“Penghematannya luar biasa. Dana yang biasanya untuk elpiji bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk pendidikan. Kita ingin semakin banyak warga merasakan manfaat jargas,” ujarnya. (Rdi)













Discussion about this post