Lamanesia.com – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung sebagai bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hingga saat ini, progres konstruksi proyek strategis nasional tersebut telah mencapai 81,99 persen.
Tak hanya pembangunan fisik yang melaju pesat, proses pengadaan tanah juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan capaian pembebasan lahan sebesar 87,45 persen.
Percepatan pembangunan dilakukan untuk memastikan ruas tol tersebut dapat segera beroperasi dan memperkuat konektivitas Sumatera Selatan menuju Jambi secara terintegrasi.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan langsung di lapangan agar pengerjaan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Pembangunan Tol Palembang-Betung terus kami dorong agar dapat berjalan sesuai target, dengan tetap mengutamakan aspek mutu, keselamatan, dan tata kelola konstruksi yang baik,” ujar Iwan Hermawan dikutip dari Instagram resmi Hutama Karya.
Tol Palembang-Betung dibangun dalam tiga seksi utama dengan progres yang berbeda di setiap ruasnya.
Untuk Seksi Palembang–Rengas sepanjang 21,5 kilometer, progres konstruksi telah mencapai 92,07 persen dengan pembebasan lahan sebesar 95,43 persen.
Sementara Seksi Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer mencatat progres fisik 89,88 persen dan pembebasan lahan 95,58 persen.
Adapun Seksi Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,7 kilometer saat ini berada pada progres konstruksi 57,17 persen dengan capaian pengadaan lahan mencapai 89,09 persen.
Hutama Karya optimistis rampungnya ruas tol tersebut akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat serta efisiensi distribusi logistik di wilayah Sumatera bagian selatan.
Kehadiran Tol Palembang-Betung juga diyakini akan memangkas waktu tempuh perjalanan menuju Jambi melalui jaringan JTTS, sehingga arus transportasi barang dan penumpang menjadi lebih cepat, aman dan efisien.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan tol dan memperkuat daya saing kawasan Sumatera. (mat)













Discussion about this post