Jambi – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi terus memperkenalkan sejumlah tempat wisata di Provinsi Jambi salah satunya kawasan Geopark Merangin.
Dimana, Geopark Merangin Jambi telah diusulkan menjadi warisan dunia dalam UNESCO Global Geopark (UGG).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Arif Budiman mengatakan, dokumen lengkap kawasan Geopark Merangin sudah di terima oleh UNESCO.
“Geopark Merangin sudah masuk dalam catatan UNESCO yang di usulkan menjadi warisan dunia yang terdaftar dan terakreditasi di UNESCO,” ujarnya. Rabu (8/12/2021).
Salah satu strategi promosi dalam menunjang usulan kawasan Geopark Merangin terdaftar dalam UGG dilaksanakan kegiatan Geo Fun Rafting tahun 2021 telah dilaksanakan dari tanggal 1-4 Desember 2021 lalu.
Ia menyampaikan di kawasan Geopark Merangin tersebut telah dibangun Taman Geopark Merangin yang di dalamnya terdapat galeri Geopark Merangin yang menyimpan berbagai macam informasi terkait dengan Geopark Merangin.
Geopark Merangin Jambi terletak di Desa Air Batu, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Untuk dapat sampai ke Desa Air Batu dapat di tempuh melalui jalur udara dan darat.
Wisatawan dari Jakarta dapat menggunakan jalur udara dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Kemudian dari Kota Jambi menggunakan jalur darat menuju Kota Bangko, Kabupaten Merangin dan selanjutnya menuju Desa Air Batu.
Selain itu dari Bandara Soekarno Hatta wisatawan juga dapat mendarat langsung di Bandara Muaro Bungo, Jambi. Kemudian dari Muaro Bungo menggunakan jalur darat menuju Bangko.
Dari Kota Jambi, Desa Air Batu berjarak 220 kilometer, dengan rincian jarak Jambi-Kota Bangko 190 kilometer dan dari Bangko-Desa Air Batu berjarak 30 kilometer. Sementara dari Bungo ke Bangko berjarak sekitar 60 kilometer.
Dengan berkendara dengan kecepatan sedang, dari Kota Jambi menuju Bangko dapat di tempuh dalam waktu empat sampai lima jam, tergantung kondisi dan kepadatan lalu lintas.
Tidak hanya itu saja, Arif menyampaikan di dalam kawasan Geopark Merangin tersebut terdapat fosil purba yang berusia ratusan juta tahun.
Fosil yang terdapat di kawasan Geopark Merangin merupakan fosil flora dan fauna yang diperkirakan terbentuk sejak 300 tahun silam. Selain fosil flora dan fauna, di kawasan Geopark Merangin Jambi juga terdapat batu-batuan alam yang terhampar di pinggiran Sungai Batang Merangin yang berusia ratusan juta tahun. Diantaranya batuan granit, batuan sedimen, batuan beku dan batuan metamorf.
Arif menjelaskan untuk dapat melihat dan menyentuh secara langsung fosil flora dan fauna di Gopark Merangin Jambi dapat dilakukan melalui dua cara, yakni dengan mengarungsi aliran Sungai Batang Merangin sambil ber-arung jeram atau menyusuri pinggiran Sungai Batang Merangin.
“Sungai Batang Merangin yang terdiri dari bebatuan dan aliran sungai yang cukup deras memberikan tantangan tersendiri untuk ber-arung jeram. Dimana wisatawan yang lebih menikmati wisata yang ekstrim dapat bermain arung jeram sambil berwisata geologi di Goepark Merangin Jambi tersebut,” jelasnya.
Untuk bermain arung jeram wisatawan harus mengeluarkan biaya untuk pendamping perahu karet sekaligus bertindak sebagai pemandu wisata. Tarif yang dikeluarkan untuk satu perahu karet bervariasi, tergantung dari mana arung jeram dimulai. Pada umumnya wisatawan memulai arung jeram dari Mushola Baru, Desa Air Batu menuju Teluk Wang Sakti dengan biaya sebesar Rp600 ribu.
Rute tersebut memiliki jarak tempuh 13 kilometer dan waktu untuk menempuh jalur arung jeram tersebut sekitar dua jam. Dalam satu perahu karet dapat ditumpangi tiga orang wisatawan dan tiga orang pendamping.
Ia menambahkan pemandu wisata yang bertindak sebagai pendamping perahu karet untuk bermain arung jeram telah memiliki sertifikat. Artinya pendamping-pendamping tersebut sudah memiliki kualifikasi dan keahlian dalam bermain arung jeram.
Dimana untuk mendapatkan sertifikat tersebut pendamping perahu karet harus menjalani pelatihan dan pendidikan terlebih dahulu. Selain itu, wisatawan juga dilengkapi dengan rompi pelampung dan helm untuk menjamin kemanan dan keselamatan selama bermain arung jeram.
Jalur arung jeram Geopark Merangin tersebut dikategorikan tipe R-4. Terdapat sekitar 21 titik jeram di jalur tersebut dan terdapat enam titik jeram ekstrim yang cukup menantang untuk dilalui. Jeram-jeram tersebut di beri nama jeram amin, jeram lade, jeram milan, jeram keluk kesah, jeram geluntung manda dan jeram tilam.
Sekitar 100 meter dari lokasi mulai nya arung jeram, wisawatan langsung dihadapkan dengan jeram amin yang merupakan titik jeram ter-ekstrim. Selanjutnya di selingi dengan titik-titik jeram landai dan ekstrim yang cukup memacu adrenalin.
Untuk menuju lokasi fosil pertama, yakni fosil kayu Araucarixylon membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Wisatawan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk melihat, mengamati dan berswafoto di masing-masing lokasi fosil.
Kemudian lokasi fosil kedua yakni fosil jejak kerang-kerangan (Brachiopoda), berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi fosil pertama. Fosil kerang-kerangan tersebut berada di sisi kiri sungai.
Dan lokasi fosil ke tiga yakni fosil daun pakis. Fosil daun pakis tersebut terletak di Sungai Karing yang merupakan sungai kecil yang bermuara langsung di Sungai Batang Merangin. Di muara Sungai Karing tersebut membentuk air terjun yang bertingkat dengan ketinggian yang cukup rendah. Fosil daun pakis tersebut tercetak di batuan yang ada di pinggir Sungai Batang Merangin.
Dari lokasi fosil daun pakis tersebut jarak tempuh menuju Teluk Wang Sakti sekitar tujuh kilometer. Dimana fosil daun pakis tersebut berada di tengah-tengah jalur arung jeram dari Musholla Baru, Desa Air Batu menuju Teluk Wang Sakti.
Discussion about this post