Lamanesia.com – Sebanyak 179 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo dipastikan akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekurangan pegawai di sejumlah sektor pelayanan publik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Bungo, Muhammad Fathoni melalui Kepala Bidang Pengangkatan dan Pemberhentian, Afrizal, mengatakan dari total ASN yang akan pensiun tersebut terdiri dari berbagai bidang profesi.
“Berdasarkan data BKPSDM, sebanyak 15 orang merupakan pejabat struktural, 93 tenaga guru, 15 tenaga kesehatan, dan 56 tenaga teknis,” ujar Afrizal.
Menurutnya, dominasi ASN yang memasuki masa pensiun berasal dari kalangan tenaga pendidik. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius mengingat sektor pendidikan membutuhkan ketersediaan SDM yang memadai.
Untuk mengatasi potensi ketimpangan dan kekurangan pegawai di masing-masing perangkat daerah, BKPSDM Bungo telah menyiapkan sejumlah strategi penyesuaian birokrasi dan distribusi pegawai.
“Langkah yang dapat dilakukan antara lain menyusun proses bisnis serta budaya kerja yang efektif dan efisien,” jelasnya.
Selain itu, redistribusi pegawai melalui mutasi antar perangkat daerah dan pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi solusi sementara dalam menjaga pelayanan pemerintahan tetap berjalan optimal.
Afrizal menambahkan, setiap tahun pihaknya rutin melaporkan data ASN yang memasuki masa pensiun kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai bahan evaluasi kebutuhan pegawai daerah.
Namun di tengah banyaknya ASN yang pensiun, peluang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bungo pada tahun 2027 diperkirakan masih sulit dilakukan.
Hal itu disebabkan tingginya porsi belanja pegawai di Kabupaten Bungo yang saat ini telah mencapai 37 persen dari total belanja daerah. Angka tersebut dinilai telah melampaui batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni maksimal 30 persen.
“Dengan kondisi belanja pegawai yang sudah mencapai 37 persen, maka Kabupaten Bungo untuk sementara belum memungkinkan mengajukan formasi CPNS tahun 2027,” tegas Afrizal.
Meski demikian, BKPSDM Bungo tetap menyiapkan usulan formasi sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu pemerintah pusat membuka peluang kebutuhan ASN baru. (mat)








Discussion about this post