Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Nasional

Soroti Gurita Bisnis Minimarket Raksasa di Desa, Cak Imin Sebut Jadi Ancaman Serius hingga Bikin UMKM Kewalahan

by Admin
29/10/2025
in Nasional
Menyoroti pernyataan Menko PM, Muhaimin Iskandar terkait minimarket raksasa di daerah disebut membuat UMKM merana. (Instagram.com/@cakiminnow)

Menyoroti pernyataan Menko PM, Muhaimin Iskandar terkait minimarket raksasa di daerah disebut membuat UMKM merana. (Instagram.com/@cakiminnow)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 150

Lamanesia.com – Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin menyoroti polemik keberadaan jaringan minimarket besar seperti Alfamart dan Indomaret yang dinilainya acapkali merepotkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Artikelterkait

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM, Desa Penyangga Wisata

MENATA EKOSISTEM UMKM JAMBI: Dari Stabilitas Menuju Inklusivitas

UMKM Binaan PEP Jambi Raup Peluang Baru: Limbah Kuliner Diolah Menjadi Kompos Bernilai Ekonomis

Cak Imin menilai, dominasi dua raksasa ritel itu sudah masuk kategori mengkhawatirkan karena berpotensi mematikan UMKM di berbagai daerah.

“Ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita membunuh ekonomi rakyat termasuk para pelaku UMKM,” kata Cak Imin di Jakarta, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

“Gurita itu bernama Indomaret dan Alfamart yang membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya usaha kecil,” sebutnya.

Fenomena ini dinilai sebagai bentuk ketimpangan ekonomi yang semakin melebar di tingkat bawah.

Terlebih, Menko PM menyoroti banyak pelaku usaha kecil di desa-desa mengaku tidak mampu bersaing dengan jaringan ritel modern yang punya modal besar, distribusi kuat, serta harga jual lebih murah. Begini katanya.

Gurita Bisnis Minimarket dan Kewalahan Daerah

Menurut Cak Imin, keluhan datang dari para bupati yang menyaksikan langsung bagaimana ritel modern menekan ruang gerak ekonomi warga lokal.

Pemerintah daerah bahkan disebutnya harus membuat peraturan khusus untuk membatasi ekspansi mereka di kawasan pedesaan.

“Bupati banyak yang membuat perda untuk mengantisipasi gurita besar dari hilir ke hulu produsen sampai ke distribusi,” tutur Cak Imin.

“Pemerintah daerah kewalahan menghadapi ekspansi ritel modern yang merepotkan UMKM kita,” tambahnya.

Kehadiran jaringan minimarket di tingkat desa membuat banyak warung tradisional kehilangan pelanggan.

Mereka juga dinilai sulit bertahan karena harga dan pasokan barang diambil dari pusat dengan sistem yang efisien, sementara pelaku usaha kecil mengandalkan modal terbatas dan jaringan lokal.

Menilik dari sisi yang lain, kehadiran ritel besar hanya menjadi salah satu faktor terkait risiko menurunnya laju ekonomi dari sektor UMKM.

Selain tekanan dari minimarket besar, UMKM juga terancam oleh membludaknya produk impor yang menyingkirkan produk lokal di Tanah Air.

Ancaman “Tsunami” Produk Impor

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini pernah memperingatkan kebijakan tanpa pembatasan akan menciptakan “tsunami” produk impor yang menyingkirkan produk lokal.

“Persaingan pasar menjadi timpang. Produk impor yang lebih murah dan biaya produksinya rendah berpotensi menyingkirkan produk lokal,” ujar Novita dalam keterangan resmi DPR, pada April 2025 lalu.

Novita menjelaskan, tanpa proteksi selektif, UMKM akan kehilangan pangsa pasar dan terancam gulung tikar.

Kondisi ini bisa memicu peningkatan pengangguran, defisit neraca perdagangan, dan penurunan daya saing nasional.

“Negara wajib hadir melindungi pelaku usaha lokal dan memastikan keberlangsungan ekonomi yang adil dan berdaulat,” tegas Novita.

Di sisi lain, persoalan yang tak kalah serius datang dari maraknya aktivitas judi online (judol) yang dinilai ada kaitannya dengan penurunan modal usaha di kalangan masyarakat.

Judol: Ancaman Tersembunyi bagi Modal Rakyat

Secara terpisah, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman sempat mengungkapkan pada tahun 2024, sekitar Rp960 triliun dana masyarakat Indonesia tersedot ke dalam praktik judol.

“Bayangkan uang sebesar itu bisa digunakan untuk memajukan ekonomi rakyat,” ungkap Maman di Jembrana, Bali, pada November 2024 lalu.

Menurut Maman, aliran dana yang begitu besar ke situs judol menjadi penyebab utama melemahnya modal usaha hingga daya beli masyarakat.

Menteri UMKM menilai, uang yang seharusnya berputar di pasar lokal justru menguap ke aktivitas ilegal yang tidak memberi dampak ekonomi nyata.

“Ini bukan hanya masalah kriminal, tapi sudah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tukas Maman.

Tekanan yang Tak Kunjung Reda

UMKM selama ini dianggap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Kendati demikian, kini mereka menghadapi tekanan dari berbagai arah

Hal tersebut, mulai dari minimarket raksasa, serbuan produk impor, hingga menurunnya daya beli akibat judi online.

Kondisi ini menuntut pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan terukur untuk menciptakan perlindungan di tengah arus pasar dan faktor lainnya yang kian membelit UMKM di Tanah Air.*

Tags: #CakImin#MenkoPemberdayaanMasyarakat#UMKM

Related Posts

Wella Sandria, SE., M.Sc. (Dok: Redaksi)
Opini

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM, Desa Penyangga Wisata

by Admin
09/05/2026
0

Oleh: Wella Sandria, SE., M.Sc Pengembangan kawasan wisata berbasis budaya semakin dipandang sebagai salah satu strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan...

Read more
Akademisi Universitas Muhammadiyah Jambi, Dr. Arniwita, Sy, S.Pd, MM. (Dok: Rudi)
Opini

MENATA EKOSISTEM UMKM JAMBI: Dari Stabilitas Menuju Inklusivitas

by Admin
28/04/2026
0

Oleh: Dr. Arniwita, Sy, S.Pd, MM Di tengah ketidakpastian global, stabilitas ekonomi sering dianggap sebagai capaian utama. Namun bagi daerah...

Read more
Peserta UMKM KUALITAS Kenali Asam Atas saat mengikuti pelatihan pengolahan limbah organik metode takakura di Gerai Energi, Kota Jambi. (Dok: Rahmat)
Ekonomi

UMKM Binaan PEP Jambi Raup Peluang Baru: Limbah Kuliner Diolah Menjadi Kompos Bernilai Ekonomis

by Admin
28/11/2025
0

Lamanesia.com - Upaya pengembangan UMKM berbasis keberlanjutan kembali diperkuat Pertamina EP (PEP) Jambi, bagian dari Pertamina Hulu Rokan. Melalui pelatihan...

Read more
Wakil Wali Kota Jambi bersama perwakilan BAZNAS RI meresmikan Z Corner di kawasan Taman Banjuran Budaya, Senin (24/11/2025). (Dok: Rudi)
Daerah

Z Corner Resmi Dibuka: Sentra Kuliner Baru Hidupkan Ekonomi UMKM Kota Jambi

by Admin
24/11/2025
0

Lamanesia.com - Upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali diperkuat dengan hadirnya Z Corner, sentra kuliner baru yang resmi dibuka...

Read more
Wali Kota Jambi Maulana menyerahkan bantuan peralatan usaha dan sertifikat halal kepada pelaku UMKM binaan Pemkot Jambi, Senin (24/11/2025). (Dok: Rahmat)
Pemerintahan

Pemkot Jambi Serahkan Bantuan Usaha & Sertifikat Halal, Dorong UMKM Naik Kelas

by Admin
24/11/2025
0

Lamanesia.com - Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada Senin (24/11),...

Read more
Next Post
Menkeu Purbaya sebut pemerintah tak akan menaikkan pajak sebelum pertumbuhan ekonomi mencapai di atas 6 persen. (Instagram/purbayayudhi_official)

Tak Ingin Rakyat Susah, Purbaya Kasih Bocoran Waktu Naiknya Pajak

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Saiful Roswandi. (Dok: Imbudsman Jambi)

Ombudsman Jambi Dukung Tegas Arahan Presiden Prabowo: “Yang Tak Bekerja untuk Rakyat, Copot Segera!”

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta. Rabu 29 Oktober 2025. (Dok: Humas Jasa Raharja)

Peringati Sumpah Pemuda, Jasa Raharja Dorong Aksi Nyata Generasi Muda untuk Kemajuan Indonesia

Kajati Jambi Sugeng Hariadi,SH.MH saat Melantik Dr. Bima Suprayoga, S.H., M.Hum. sebagai Wakajati  Jambi di Kantor Kejati Jambi. Rabu 29 Oktober 2025. (Dok: Kasipenkum Kejati Jambi)

Kajati Sugeng Hariadi Lantik Bima Suprayoga Jadi Wakajati Jambi

Perwakilan masyarakat Merangin resmi menyerahkan surat pemberitahuan aksi ke Polda Jambi, Rabu (29/10/2025).

Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Merangin: Pemberitahuan Aksi Resmi Diajukan ke Polda Jambi

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN