Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Nasional

APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Pengamat Sebut Hanya Peredam Guncangan (Shock Absorber) Awal Tahun

by Admin
11/03/2026
in Nasional
Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi. (Dok: Istimewa)

Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi. (Dok: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 587

Lamanesia.com – Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Februari 2026 yang mencapai Rp135,7 triliun dinilai masih berada dalam batas yang aman dan tidak perlu menimbulkan kepanikan. Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menilai angka tersebut justru masih sangat terkendali jika dilihat dari proporsi terhadap perekonomian nasional.

Artikelterkait

Defisit APBN Membengkak Hingga Rp 764 triliun

Berbicara Selasa, 10 Maret 2026, Noviardi mengatakan defisit tersebut hanya sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau sekitar 17 persen dari target defisit APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp800 triliun atau 2,99 persen dari PDB. Dengan demikian, posisi fiskal pemerintah masih berada dalam koridor disiplin anggaran sebagaimana diatur dalam UU No. 12 Tahun 2023 tentang Fiskal Berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan defisit pada awal tahun merupakan fenomena yang lazim dalam siklus pengelolaan APBN. Pada periode ini pemerintah biasanya mempercepat realisasi belanja negara untuk menjaga momentum aktivitas ekonomi setelah periode libur akhir tahun sekaligus menjelang Ramadan.

“Dalam praktik pengelolaan fiskal, defisit pada awal tahun sering berfungsi sebagai shock absorber untuk mengakselerasi belanja negara. Tujuannya menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi tetap bergerak,” ujar Noviardi.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan hingga Februari 2026 pendapatan negara telah mencapai sekitar Rp358 triliun atau 15,3 persen dari target tahunan.Penerimaan pajak bahkan tercatat tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan yang ditopang oleh reformasi digitalisasi administrasi perpajakan.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp493,8 triliun yang difokuskan pada berbagai program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, pembangunan infrastruktur, serta sejumlah program perlindungan sosial guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran di atas 5 persen.

Jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang mencatat defisit Rp54,6 triliun atau sekitar 0,21 persen dari PDB, Noviardi menilai kenaikan defisit pada Februari masih berada dalam pola yang wajar.

Secara historis, defisit pada awal tahun memang cenderung meningkat seiring percepatan realisasi belanja pemerintah.
Sebagai perbandingan, pada Februari 2025 defisit tercatat sekitar Rp30,7 triliun atau 0,13 persen dari PDB. Namun peningkatan nominal pada tahun ini juga mencerminkan skala ekonomi nasional yang semakin besar.

Menurut Noviardi, selama tren penerimaan negara tetap terjaga, defisit awal tahun tidak akan menjadi masalah bagi stabilitas fiskal nasional. Ia juga menilai strategi pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan nonpajak seperti dividen BUMN serta royalti sektor migas dapat membantu meredam tekanan dari volatilitas harga energi global.

“Selama pemerintah konsisten menjaga efisiensi belanja nonprioritas dan mengoptimalkan sumber penerimaan negara, maka proyeksi defisit tahunan masih sangat mungkin dijaga di bawah 3 persen PDB,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kritik terhadap defisit awal tahun seringkali muncul karena melihat angka secara parsial tanpa mempertimbangkan konteks siklus anggaran tahunan.

“Yang perlu dilihat adalah tren fiskal sepanjang tahun dan kualitas belanjanya. Selama belanja diarahkan pada program produktif dan penerimaan negara terus membaik, ruang fiskal Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan ekonomi global,” pungkasnya.

Tags: #defisitAPBN

Related Posts

Ekonomi

Defisit APBN Membengkak Hingga Rp 764 triliun

by Admin
24/11/2020
0

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sepanjang periode Januari-Oktober 2020, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 mencapai...

Read more
Next Post
Cabai rawit kecil di Pasar Angso Duo Jambi

Harga Cabai di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Rawit Hijau Turun 6,25 Persen

Wagub Jambi Abdullah Sani Sidak harga Sembako di Pasar Angso Duo

Wagub Jambi Sidak Pasar Angso Duo, Mayoritas Harga Pangan Turun Jelang Lebaran

Toko daging di pasar Angso Duo Jambi

Wagub Jambi Sidak Pasar Angso Duo, Harga Daging Tembus Rp160 Ribu per Kg Jelang Lebaran

Kabid Humas Polda Jambi, Erlan Munaji

Pengungkapan Kasus Narkoba di Jambi Naik 25 Persen Awal 2026, Polda Ungkap 204 Kasus

Kabar Gembira! Bagi Para Guru Kota Jambi Tunjangan THR tahun 2025 Segera Dicairkan

Discussion about this post

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN