Lamanesia.com – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kembali menunjukkan progres penting. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) kini tengah menggarap Proyek Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B yang digadang-gadang menjadi jalur strategis penghubung Sumatera Selatan dan Jambi.
Ruas tol sepanjang 37,4 kilometer untuk Seksi 2A dan 18,4 kilometer pada Seksi 2B itu akan menghubungkan Kecamatan Sungai Lilin dengan Kecamatan Bayung Lencir. Kehadiran ruas ini diyakini mampu mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di Pulau Sumatera.
Direktur Operasi III HKI, Defi Adrian, mengatakan pembangunan tol tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur modern yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B nantinya akan memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (10/5/2026).
Jika sebelumnya perjalanan dari Betung menuju Jambi melalui jalur nasional membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 jam, maka dengan hadirnya tol ini waktu tempuh diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 2,5 hingga 3 jam saja.
Tak hanya membangun jalur utama, HKI juga mengerjakan berbagai fasilitas pendukung seperti struktur jalan, mainroad, hingga dua rest area untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan tol di masa mendatang.
Keberadaan ruas tol ini juga diperkirakan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan. Arus logistik yang lebih cepat dinilai mampu menekan biaya distribusi, mempercepat mobilitas barang dan jasa, serta membuka peluang pengembangan usaha baru di wilayah sekitar lintasan tol.
Selain manfaat ekonomi jangka panjang, proyek pembangunan ini turut memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal. HKI melibatkan tenaga kerja daerah, menggandeng mitra lokal, serta ikut mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM di sekitar area proyek.
HKI menargetkan pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 2B selesai pada Juni 2027, sementara Seksi 2A ditargetkan rampung pada Desember 2027. Dengan dukungan seluruh pihak, proyek ini diharapkan dapat berjalan lancar dan segera memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumatera. (Rdi)













Discussion about this post