Lamanesia.com – Ditpolairud Polda Jambi masih melakukan penyelidikan terkait insiden meninggalnya tiga pekerja kapal yang diduga keracunan gas di dalam palka Tongkang KM TS Daya Niaso di kawasan Sungai Batanghari, Niaso, Kabupaten Muaro Jambi.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi Febriandy mengatakan, hingga saat ini penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab insiden tersebut.
“Masih lidik, kita sudah melakukan olah TKP. Para korban sudah dievakuasi dan dipulangkan ke rumah duka di Pontianak,” ujar AKBP Febriandy, Senin (25/5/2026).
Selain melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, polisi juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di kapal saat peristiwa terjadi, termasuk nahkoda kapal dan anak buah kapal (ABK).
“Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, termasuk nahkoda kapal dan ABK kapal,” tambahnya.
Ke depan, penyidik juga akan meminta klarifikasi dari pihak perusahaan guna melengkapi proses penyelidikan yang masih berjalan.
Sebelumnya, tiga pekerja kapal dilaporkan meninggal dunia usai diduga menghirup gas beracun saat berada di dalam palka Tongkang KM TS Daya Niaso pada Rabu (20/5/2026).
Ketiga korban diketahui merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat, yakni Zulkarnain (42), Popo (32), dan Rudiansyah (41).
Kepala Kantor Basarnas Jambi, Adah Sudarsa menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.15 WIB dari pemilik tongkang bernama Sani.
Menurut Adah, para korban sebelumnya turun ke dalam palka untuk melakukan pekerjaan perbaikan. Namun setelah berada di dalam ruang tertutup tersebut, korban diduga menghirup gas beracun hingga lemas dan tidak memberikan respons saat dipanggil.
Mendapat laporan itu, Basarnas Jambi langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi yang berjarak sekitar 13,5 kilometer. Tim SAR gabungan tiba di lokasi pukul 10.25 WIB dan segera melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus Confined Space Rescue (CSR).
Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi sebelum dipulangkan ke rumah duka di Pontianak.
Kasus ini masih dalam penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja di kapal. (pin)













Discussion about this post