Lamanesia.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai mematangkan persiapan kontingen cabang olahraga bela diri yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Khusus Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi internal yang digelar di Sekretariat KONI Provinsi Jambi pada Senin (8/6), yang dihadiri jajaran pengurus inti, termasuk Wakil Ketua Umum II As Budianto, Waketum IV Prof. Sukendro, Waketum V Dr. Atri Widowati, serta Sekretaris Umum Dr. Muhammad Ali.
Rapat tersebut mengevaluasi hasil seleksi fisik atlet jilid II, di mana sebanyak 27 atlet dinyatakan memenuhi syarat minimal. Namun, para atlet tersebut masih harus menghadapi tantangan lanjutan berupa tes fisik jilid III yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli dengan standar kelulusan yang lebih ketat.
Wakil Ketua Umum II KONI Jambi, As Budianto, menegaskan bahwa peningkatan standar ini dilakukan untuk memastikan hanya atlet terbaik yang layak memperkuat kontingen Jambi di ajang nasional tersebut.
“Pada tes jilid III nanti, kami menaikkan nilai minimal kelulusan. Tes tidak hanya mengukur ketahanan fisik umum, tetapi juga aspek teknis sesuai cabang olahraga masing-masing,” ujarnya.
Atlet yang berhasil melewati tahap akhir seleksi akan langsung menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) selama satu bulan sebagai persiapan menuju kompetisi di Manado.
Dari delapan cabang olahraga bela diri yang akan dipertandingkan, KONI Jambi menetapkan lima cabor unggulan yang menjadi fokus utama perburuan medali. Strategi ini diterapkan untuk meningkatkan peluang Jambi meraih hasil maksimal di ajang PON 2026.
Dengan sistem seleksi yang semakin ketat dan program latihan terarah, KONI Provinsi Jambi optimistis dapat membentuk skuad bela diri yang solid, kompetitif, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (pin)













Discussion about this post