Lamanesia.com – Memasuki pertengahan tahun 2026, enam puskesmas di Kota Sungai Penuh yang sedang berproses menuju status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dilaporkan belum menerima pencairan dana kapitasi dari BPJS Kesehatan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengganggu operasional pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dana kapitasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan disalurkan melalui BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tersebut sejatinya dicairkan setiap bulan untuk mendukung biaya operasional puskesmas serta jasa pelayanan tenaga kesehatan.
Salah seorang kepala puskesmas di Kota Sungai Penuh mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, enam puskesmas yang tengah berproses menjadi BLUD belum menerima dana kapitasi. Sementara lima puskesmas lainnya telah menerima pencairan sebagaimana biasanya.
“Kami belum menerima dana kapitasi sampai sekarang. Ini tentu berdampak pada operasional dan pelayanan,” ujarnya.
Keterlambatan pencairan dana ini menjadi perhatian serius karena dana kapitasi merupakan salah satu sumber pembiayaan utama dalam menunjang pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan.
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Fajran, mengaku telah menerima berbagai keluhan dari tenaga kesehatan terkait belum cairnya dana kapitasi tersebut.
“Sudah pertengahan tahun, tapi dana kapitasi belum juga cair. Ini tentu menjadi pertanyaan besar, ada apa sebenarnya?” tegas Fajran.
Ia mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Karena itu, pihaknya meminta BPJS Kesehatan dan instansi terkait segera memberikan penjelasan serta menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami mendesak BPJS Kesehatan dan pihak terkait segera menyelesaikan persoalan ini dan mencairkan dana kapitasi, agar pelayanan kesehatan tidak terganggu,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari BPJS Kesehatan mengenai penyebab belum dicairkannya dana kapitasi untuk enam puskesmas yang sedang berproses menuju BLUD tersebut.
Masyarakat dan tenaga kesehatan pun berharap persoalan ini dapat segera dituntaskan agar pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan optimal dan tidak mengganggu kebutuhan warga yang bergantung pada layanan puskesmas setiap hari. (Rdi)













Discussion about this post