Lamanesia.com – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan K.H.A. Tomok, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Dua unit rumah hangus dilalap api yang diduga dipicu korsleting listrik akibat penggunaan daya listrik secara berlebihan.
Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah permanen dan satu unit rumah non permanen. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski seorang petugas pemadam kebakaran mengalami cedera saat menjalankan tugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan pihaknya mengerahkan 45 personel untuk memadamkan api. Sebanyak satu unit armada komando, lima unit armada tempur, dan tiga unit armada suplai diterjunkan ke lokasi.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai meluas ke bangunan lain setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit,” ujarnya.
Hasil investigasi awal menunjukkan kebakaran diduga berawal dari arus pendek listrik di bagian plafon rumah. Sebelum kejadian, meteran listrik rumah korban beberapa kali turun karena sejumlah peralatan elektronik digunakan secara bersamaan, seperti kulkas, stop kontak, dan perangkat listrik lainnya.
Menurut keterangan saksi, pemilik rumah sempat kembali menaikkan tuas MCB setelah listrik padam. Namun, sekitar lima menit kemudian, kobaran api muncul dari bagian belakang plafon dan dengan cepat membesar.
Api kemudian menyambar berbagai material yang mudah terbakar, seperti kasur, tumpukan kertas, hingga tabung gas, sebelum akhirnya merembet ke rumah non permanen milik warga di sebelahnya.
“Investigasi sementara menunjukkan dugaan penyebab kebakaran berasal dari penggunaan daya listrik yang berlebihan sehingga terjadi korsleting pada instalasi listrik di plafon rumah. Selain itu, kabel instalasi ditemukan tidak menggunakan pipa pelindung sehingga percikan api mudah menyambar material yang mudah terbakar,” jelas Mustari.
Dalam proses pemadaman, petugas berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi. Kepolisian juga membantu mengamankan area serta mengatur arus lalu lintas agar proses pemadaman berjalan aman dan lancar.
Meski demikian, petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari banyaknya warga yang berkerumun, kendaraan yang diparkir di sepanjang akses menuju lokasi, hingga kondisi permukiman yang padat.
Setelah berjibaku selama sekitar satu setengah jam dengan menghabiskan sekitar 45 ribu liter air, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sempat merembet ke bangunan lainnya.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota Damkar, M. Idrus, yang bertugas sebagai nozzle man, mengalami keseleo pada kaki setelah terjatuh saat melakukan pemadaman di lantai dua rumah permanen.
Sementara itu, nilai kerugian materi akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait. (Rdi)













Discussion about this post