Lamanesia.com – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi muda pesisir dengan mendatangi langsung pemukiman komunitas adat terpencil.
Lewat gebrakan inovatif bertajuk Gerakan JAMBUL (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul), ia menyisir wilayah Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, demi memboyong anak-anak usia prasekolah dari Suku Duano agar bisa mengenyam bangku pendidikan, Selasa (1/7).
Aksi nyata ini merupakan manifestasi dari tekad bulat sang Bunda PAUD dalam meruntuhkan sekat keterbatasan geografis dan ekonomi yang selama ini menghalangi anak-anak usia dini untuk memperoleh pengajaran yang layak. Gerakan jemput bola tersebut diagendakan menyasar seluruh wilayah kecamatan, dengan prioritas utama anak-anak telantar maupun kelompok masyarakat rentan yang belum tersentuh layanan edukasi formal formal tingkat dasar.
Melalui program JAMBUL yang diinisiasinya ini, Hj. Fadhilah Sadat merangkul segenap pimpinan instansi vertikal, lembaga kemitraan, pelaku industri, hingga tokoh masyarakat untuk bergotong-royong menjadi orang tua angkat. Sinergi lintas elemen ini diharapkan mampu menyokong kelangsungan belajar, pemenuhan nutrisi, serta proteksi masa depan anak-anak secara berkesinambungan.
Di sela-sela kunjungannya, ia berdialog akrab dengan para kepala keluarga setempat guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya stimulasi otak anak sejak dini. Tak sekadar membujuk, ia juga memandu proses administrasi masuk sekolah sekaligus membagikan paket seragam serta alat tulis gratis sebagai bentuk stimulus bagi para siswa baru.
“Bunda PAUD ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini. Melalui Program JAMBUL, kami hadir langsung mendatangi mereka, memberikan pendampingan kepada orang tua, sekaligus memfasilitasi agar anak-anak dapat segera mengenyam pendidikan di PAUD,” ujar Hj. Fadhilah Sadat di sela kegiatan.
Langkah preventif ini tidak berjalan tunggal, melainkan dikolaborasikan dengan pelayanan terintegrasi dari lintas sektor. Petugas medis dari Dinas Kesehatan dikerahkan untuk memeriksa kebugaran serta grafik pertumbuhan para balita secara cuma-cuma agar terhindar dari risiko gangguan tumbuh kembang.
Guna menopang ekonomi keluarga, Dinas Sosial berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dalam mendistribusikan paket sembako serta asupan gizi seimbang bagi komunitas penangkap ikan tersebut. Di sisi lain, petugas Dinas Dukcapil juga membuka gerai keliling di lokasi untuk mencatatkan identitas anak dan menerbitkan dokumen akta kelahiran bagi yang belum memilikinya.
Agenda kemanusiaan ini turut disokong oleh Dinas Perikanan, otoritas Kecamatan Tungkal Ilir, serta jajaran dinas teknis lainnya yang setia mengawal pergerakan di lapangan. Dengan keterpaduan ini, diharapkan anak-anak Suku Duano bisa mendapatkan hak konstitusional mereka, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga status hukum yang jelas.
“Program JAMBUL bukan sekadar mengajak anak masuk PAUD, tetapi memastikan mereka memperoleh hak-haknya secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, kita bersama-sama mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya dengan nada optimis. (*)













Discussion about this post