Lamanesia.com – Penerbangan perdana Maskapai Batik Air rute Jakarta (CGK)–Muaro Bungo (BUU) resmi mendarat di Bandara Muaro Bungo, Senin (15/6/2026). Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan konektivitas transportasi udara sekaligus membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan wilayah barat Provinsi Jambi.
Kedatangan pesawat Batik Air disambut langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Direktur Utama Batik Air Capt. Daniel Putut Kuncoro, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, anggota DPR RI Dapil Jambi Edi Purwanto dan Zulfikar Achmad, Bupati Bungo Dedy Putra, Bupati Tebo Agus Rubiyanto, Wakil Bupati Merangin A. Khafid, serta Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni.
Gubernur Jambi Al Haris menyebut hadirnya Batik Air di Bandara Muaro Bungo merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat wilayah barat Jambi yang selama ini membutuhkan akses transportasi udara yang lebih cepat dan efisien.
“Di wilayah barat ini akhirnya terwujud dengan hadirnya Batik Air. Saya optimis Bandara Muaro Bungo ke depan akan menjadi primadona kita,” ujar Al Haris.
Menurutnya, Bandara Muaro Bungo memiliki prospek besar untuk berkembang karena wilayah barat Jambi belum didukung akses jalan tol sebagaimana kawasan timur. Kondisi tersebut menjadikan transportasi udara sebagai solusi strategis untuk mempercepat mobilitas masyarakat, pelaku usaha, hingga investor.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Al Haris mengungkapkan bahwa tahun ini Pemprov Jambi mulai membangun fasilitas VIP Bandara Muaro Bungo yang nantinya dapat digunakan untuk menerima tamu penting, rapat, hingga menunjang berbagai aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga disebut telah menjanjikan pembangunan taxiway guna meningkatkan kapasitas dan keselamatan operasional bandara. Dengan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, Bandara Muaro Bungo diharapkan menjadi pusat konektivitas baru di wilayah barat Jambi.
“Pembangunan bandara ini bukan hanya soal penerbangan, tetapi juga tentang pemerataan pembangunan. Wilayah barat harus tumbuh seimbang dengan wilayah timur Jambi. Bungo adalah etalase Jambi bagian barat,” tegasnya.
Al Haris juga menilai keberadaan penerbangan langsung dari Jakarta akan mendukung pengembangan sektor pariwisata unggulan Jambi, seperti Geopark Merangin, Gunung Kerinci, dan Danau Kerinci yang selama ini memiliki potensi besar namun terkendala akses transportasi.
Sementara itu, Bupati Bungo Dedy Putra menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi serta seluruh kepala daerah di wilayah barat yang telah mendukung terwujudnya penerbangan komersial tersebut.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan penerbangan ini untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga perjalanan bisnis.
“Mari kita manfaatkan layanan transportasi udara ini untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” ajaknya.
Direktur Utama Batik Air Capt. Daniel Putut Kuncoro menjelaskan, waktu tempuh penerbangan Jakarta–Muaro Bungo hanya sekitar 1 jam 10 menit. Menurutnya, kehadiran Batik Air bukan sekadar membuka rute baru, tetapi memperkuat konektivitas masyarakat wilayah barat Jambi dengan berbagai kota di Indonesia bahkan mancanegara.
“Ini bukan hanya soal penerbangan, tetapi tentang konektivitas. Dari Jakarta, masyarakat Muaro Bungo dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai ibu kota provinsi di Indonesia hingga ke rute internasional,” jelas Daniel.
Ia menambahkan, potensi besar yang dimiliki Muaro Bungo dan wilayah sekitarnya, mulai dari sektor pariwisata, perkebunan sawit, pertambangan emas hingga batu bara, akan semakin berkembang dengan dukungan akses transportasi yang lebih cepat dan mudah.
Daniel juga berharap fasilitas pendukung bandara seperti sistem pengamanan bagasi, Precision Approach Path Indicator (PAPI), dan Approach Lighting System (ALS) dapat terus dilengkapi untuk meningkatkan keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan.
“Kami optimistis Muaro Bungo akan semakin maju. Konektivitas yang baik akan membuka peluang investasi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan lapangan kerja bagi generasi muda daerah,” pungkasnya. (Rdi)










Discussion about this post