Lamanesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menggelar Workshop Literasi Statistik bagi para jurnalis berbagai media, sebuah upaya memperkuat kemampuan insan pers dalam memahami, mengolah, dan menyajikan data secara akurat. Di era banjir informasi, kemampuan membaca data bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan bagian penting untuk memastikan publik menerima informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan yang digelar dengan tema “Memahami Data Statistik” ini dibuka oleh Statistik Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Nova Mustopa, mewakili Kepala BPS Jambi Agus Sudibyo. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran vital dalam menjembatani data kepada masyarakat.
“Tanpa jurnalis yang memahami statistik, hasil kerja BPS tidak akan maksimal dalam memberi manfaat bagi publik,” ujarnya.
Sesi pertama diisi oleh Statistik Ahli Muda Intan Yuliana, yang memaparkan pentingnya literasi statistik mulai dari membaca, menganalisis, hingga menginterpretasi data secara kritis. Menurutnya, pemahaman konsep dasar seperti data, metadata, serta metode pengumpulan data yang digunakan BPS menjadi kunci untuk menghindari misinformasi.
“Jurnalis harus mampu menyampaikan data secara tepat agar tidak menimbulkan bias atau salah tafsir,” tegasnya.
Paparan berikutnya disampaikan Statistik Ahli Muda Adi Permana yang mengulas persiapan Sensus Ekonomi 2026—agenda besar nasional yang digelar setiap 10 tahun. Sensus yang akan dimulai pada Mei 2026 itu bertujuan memotret struktur dunia usaha di Indonesia secara menyeluruh.
“Untuk menjamin kualitas data, BPS akan merekrut sekitar 190 ribu petugas sensus dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan dosen,” jelas Adi.
Workshop ini menjadi bukti keseriusan BPS Jambi dalam meningkatkan kapasitas media agar pemberitaan berbasis data semakin kuat. Melalui kegiatan ini, diharapkan jurnalis dapat menghadirkan informasi yang lebih kredibel, memperkuat transparansi, dan mendukung pengambilan keputusan publik yang tepat.
Acara juga menjadi ruang kolaborasi antara BPS dan jurnalis, membuka dialog terbuka untuk memperkuat sinergi. Harapannya, jurnalisme data di Jambi terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat. (pin)













Discussion about this post