JAMBI — Polarisasi dan dinamika dalam olahraga padel di Provinsi Jambi memasuki babak baru.
Menyikapi serangkaian pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh pengurus Perkumpulan Padel Indonesia (PBPI) Jambi, para pelaku dan pencinta olahraga padel di wilayah Jambi resmi mendeklarasikan berdirinya Komunitas Padel Jambi (KOPAJA).
Pembentukan KOPAJA merupakan respons langsung sekaligus diduga hilangnya kepercayaan komunitas terhadap kepemimpinan PBPI Jambi saat ini.
Langkah ini diambil pasca-polemik beruntun yang dinilai merugikan ekosistem padel lokal yang sedang berkembang.
Dugaan Mosi Tidak Percaya dan Kegagalan Komunikasi PBPI Jambi, menjadikan KOPAJA bukan sekadar wadah berkumpul biasa, melainkan sebuah aksi nyata dan dugaan mosi tidak percaya terhadap PBPI Jambi.
Kepemimpinan PBPI Jambi dinilai gagal menjalankan fungsi utamanya dalam mengayomi, dan membina olahraga ini di tingkat daerah.
“PBPI Jambi kami anggap tidak lagi mampu mewadahi, memfasilitasi, serta membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif dengan para atlet, pemilik lapangan (owner), maupun para pencinta padel di Jambi. Pernyataan-pernyataan kontroversial yang dikeluarkan justru menciptakan kegaduhan alih-alih kemajuan,” tegas Pecinta Padel Jambi.
KOPAJA Hadir Sebagai Wadah Baru
Sebagai bentuk atas kebuntuan komunikasi, dan krisis kepemimpinan di tubuh PBPI Jambi, KOPAJA hadir untuk menjaga iklim olahraga padel agar tetap kondusif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
KOPAJA berkomitmen untuk:
Mewadahi Aspirasi: Menjadi jembatan komunikasi yang terbuka bagi seluruh atlet, pemilik klub/lapangan, dan komunitas padel Jambi.
Pengembangan Inklusif: Menyediakan ruang kegiatan dan kompetisi yang sehat tanpa polemik politik organisasi yang merugikan.
Mengembalikan semangat kebersamaan, dan profesionalisme dalam tata kelola olahraga padel di Jambi.
Melalui deklarasi ini, KOPAJA mengajak seluruh elemen padel di Jambi untuk bersatu dan fokus pada pengembangan potensi atlet serta pertumbuhan ekosistem padel yang positif. (*)













Discussion about this post