Lamanesia.com – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lapas Kelas IIB Sarolangun. Seluruh petugas dan warga binaan pemasyarakatan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh nilai kemanusiaan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Iduladha berjamaah di lapangan dalam lingkungan lapas. Suasana religius tampak menyelimuti pelaksanaan salat Ied yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh warga binaan bersama jajaran petugas pemasyarakatan.
Momentum Hari Raya Kurban tersebut dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan rasa syukur, serta menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama.
Usai salat Ied, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di area lapas. Pada Iduladha tahun ini, Lapas Sarolangun menyembelih sebanyak tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan melibatkan panitia kurban dan petugas yang telah ditunjuk.
Semangat gotong royong terlihat selama proses pemotongan hingga pengemasan daging kurban. Petugas dan warga binaan tampak saling bekerja sama, menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian untuk menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga binaan pemasyarakatan sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan di Hari Raya Iduladha. Sebagian lainnya juga disalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan baik antara lapas dengan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan dan kepedulian sosial.
“Momentum Iduladha ini mengajarkan kita tentang arti keikhlasan dan pengorbanan. Melalui kegiatan kurban ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial kepada seluruh warga binaan maupun petugas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, namun juga pembinaan mental, spiritual, dan sosial agar warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan Iduladha di Lapas Sarolangun pun berlangsung lancar dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan semangat berbagi terus tumbuh di lingkungan pemasyarakatan. (mat)













Discussion about this post