Lamanesia.com – Bupati Merangin M. Syukur kembali melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Subling) sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Mamba’ul Hikmah, Desa Pulau Rengas Ulu, Kecamatan Bangko Barat, Jumat (15/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir didampingi Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rombongan mengikuti Salat Subuh berjamaah yang dipimpin Ustadz Mahmudi, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada fakir miskin dan anak yatim.
Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak saat Bupati M. Syukur berdialog langsung dengan warga. Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih lambat pengerjaannya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati menjelaskan bahwa kendala teknis saat ini berada pada proses perencanaan serta penyesuaian harga di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen memprioritaskan pembangunan jalan secara bertahap.
“Mudah-mudahan tahun ini sedikit demi sedikit tetap kita prioritaskan. Bahkan kita sekarang sudah beli alat berat, ada dua unit grader dan dua unit bomag untuk membantu daerah yang sulit dilewati kendaraan,” ujar M. Syukur.
Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini lebih menitikberatkan pada pemantapan fungsi jalan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan lancar.
“Prinsipnya sekarang bukan aspal, tetapi pemantapan jalan. Yang penting masyarakat bisa lewat, jalan lancar, sehingga ekonomi masyarakat bisa terus berputar,” tambahnya.
Selain soal infrastruktur, Bupati juga membawa kabar menggembirakan terkait peningkatan layanan kesehatan di RSUD Merangin. Kini masyarakat Merangin tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah seperti Muaro Bungo untuk pemeriksaan jantung.
“Sudah ada alat untuk periksa jantung dan pembuluh darah jantung di sana. Kemarin saya cek, pasien dari Jangkat, Sarolangun, bahkan perbatasan Batanghari sudah berobat ke Merangin. Saya berharap ke depan warga Merangin sehat-sehat semua,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyikapi isu-isu negatif yang terkadang menyeret nama pesantren. Menurutnya, tindakan oknum tidak boleh digeneralisasi terhadap lembaga pendidikan Islam.
“Walaupun ada oknum tertentu yang membuat image pesantren jadi buruk, itu hanya sebagian kecil. Itu bukan ulah pesantrennya, tapi ulah orangnya,” tegasnya di hadapan jamaah.
Kegiatan Subling tersebut pun disambut antusias warga yang merasa senang dapat berdialog langsung dengan kepala daerah dan menyampaikan aspirasi secara terbuka. (mat)













Discussion about this post