Lamanesia.com — Kondisi jalan yang rusak dan cuaca hujan akhir-akhir ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah. Selain faktor kelalaian pengendara—seperti tidak memakai helm, berkendara ceroboh, atau mengabaikan kondisi fisik—lingkungan jalan yang licin, berlubang, hingga bergelombang turut memperbesar risiko kecelakaan.
Assistant Manager Marketing Communication Sinsen, Frank Setia, mengingatkan bahwa banyak insiden bermula dari ketidaksiapan pengendara saat menghadapi jalan buruk. Kerusakan jalan yang tertutup genangan air, permukaan berpasir, hingga permukaan tidak rata sering kali membuat motor sulit dikendalikan jika tidak diantisipasi dengan benar.
Frank menyampaikan empat langkah penting agar pengendara tetap aman saat melintasi jalan rusak atau berlubang:
1. Kurangi kecepatan.
Menurutnya, pengendara wajib menurunkan laju kendaraan saat menghadapi jalan rusak. Kecepatan tinggi dapat membuat motor kehilangan stabilitas dan meningkatkan risiko terjatuh.
2. Tetap fokus pada kondisi jalan.
Pengendara diminta selalu memperhatikan permukaan jalan di depan, terutama saat melewati genangan air yang berpotensi menutupi lubang dalam.
3. Atur posisi tubuh dengan benar.
Saat melintasi jalan tidak rata, posisi tubuh sebaiknya sedikit berdiri dengan siku menekuk untuk meredam guncangan. Teknik ini membantu menjaga keseimbangan dan meminimalkan getaran yang mengganggu kontrol motor.
4. Pilih rute alternatif bila diperlukan.
Jika suatu jalur diketahui memiliki kondisi jalan yang buruk, Frank menyarankan untuk memilih rute lain yang lebih aman dengan bantuan aplikasi peta digital.
Frank juga menegaskan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.
“Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap perjalanan. Apa pun kondisi jalan yang kita hadapi, ingat selalu untuk #CariAman,” pesannya. (mat)













Discussion about this post