Lamanesia.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mempercepat modernisasi sistem pengawasan angkutan jalan di Indonesia. Salah satu inovasi terbaru adalah Terminal Online System (TOS), teknologi digital yang akan menggantikan pemeriksaan manual dan mempersingkat antrean armada di terminal. Terminal Tipe A Alam Barajo di Kota Jambi dipilih sebagai salah satu lokasi uji coba nasional.
Informasi ini disampaikan oleh Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub, Toni Tauladan, saat meninjau kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Alam Barajo, Jumat (28/11/2025).
Toni menjelaskan bahwa TOS memungkinkan proses pemeriksaan kendaraan dilakukan secara otomatis. Saat bus melakukan tap di gerbang masuk, sistem langsung memverifikasi seluruh data kendaraan.
“Ke depan pengawasan dilakukan secara digital. Ketika armada melakukan tap, sistem akan otomatis mengecek kesesuaian data kendaraan,” ujar Toni.
Sistem ini mengintegrasikan dua aplikasi utama Kemenhub, yaitu:
-
SPIONAM untuk mengecek izin trayek. Bus yang tidak sesuai rute akan mendapat peringatan merah.
-
BLU-e untuk memverifikasi status uji berkala (KIR) secara real-time.
Jika kedua data dinyatakan valid, bus akan langsung mendapat approval tanpa perlu antre ramp check manual. “Ini mempermudah pemeriksaan tanpa menimbulkan kemacetan,” tegas Toni.
Terminal Alam Barajo menjadi satu dari 115 terminal di Indonesia yang ditetapkan sebagai pilot project implementasi TOS.
Selain digitalisasi, Toni juga menekankan standar keselamatan konvensional jelang Nataru. Untuk mendapatkan stiker Laik Jalan, armada wajib memenuhi tiga syarat mutlak:
-
Kelaikan teknis armada,
-
Kelaikan pengemudi, termasuk larangan menyetir lebih dari 4 jam tanpa istirahat,
-
Legalitas dokumen, seperti STNK dan izin trayek yang masih aktif.
“Jika satu saja tidak lolos, stiker tidak akan diberikan. Penumpang harus menunggu perbaikan atau penggantian armada maupun sopir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, menegaskan pihaknya terus mempercepat modernisasi Terminal Tipe A Alam Barajo. Selain penerapan TOS, BPTD juga mendorong pemerintah pusat untuk segera merealisasikan revitalisasi terminal dengan konsep mixed use.
Benny menilai penerapan sistem canggih harus dibarengi infrastruktur yang modern. Ia menyayangkan jika terminal utama di wilayah Indonesia Barat itu belum mendapatkan revitalisasi menyeluruh meski dokumen Detailed Engineering Design (DED) sudah tersedia.
“Sayang rasanya kalau Alam Barajo belum disentuh revitalisasi. Kita mendorong segera pembangunan terminal modern dengan konsep mixed use,” ujar Benny.
Dengan kombinasi teknologi dan pembenahan fisik, Terminal Alam Barajo diharapkan menjadi salah satu simpul transportasi nasional yang paling siap menyambut era digital pengawasan angkutan jalan. (Rdi)










Discussion about this post