Lamanesia.com – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) mengumumkan perkembangan menggembirakan bagi sektor usaha mikro dan kecil di daerah tersebut. Hingga minggu keempat November 2025, sebanyak 265 ribu pelaku usaha di Jambi telah menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp6,4 triliun.
Kepala Diskop UKM Provinsi Jambi, Sardaini, menyebut pencapaian itu menandai tren positif dan menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas permodalan berbunga rendah tersebut. Secara nasional, Jambi menempati peringkat ke-11 dalam penyerapan KUR, berada tepat di bawah Sumatera Barat dan unggul dari Nusa Tenggara Barat.
“Capaian penyerapan KUR ini sangat baik dan mencerminkan antusiasme pelaku UMKM Jambi dalam memanfaatkan kemudahan akses permodalan,” ujar Sardaini.
KUR Dongkrak Kinerja Ekonomi Jambi
Tingginya penyerapan KUR tidak sekadar menjadi angka di laporan, tetapi turut memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Program permodalan ini dinilai efektif menggerakkan sektor UMKM yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat, pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan III 2025 mencapai 4,77 persen, meningkat dari 4,51 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. KUR disebut menjadi salah satu motor utama peningkatan tersebut.
Sardaini menjelaskan, kemudahan akses kredit membuat UMKM lebih dinamis dalam mengembangkan usaha.
“Program kredit ini benar-benar menjadi pemicu pertumbuhan PDRB Jambi. UMKM menjadi fondasi ekonomi daerah yang terus menguat,” ujarnya.
Dorong UMKM Lewat Akses Pasar di Infrastruktur Publik
Selain memperluas penyaluran KUR, pemerintah juga menjalankan strategi lain untuk menguatkan UMKM, yakni pemanfaatan ruang publik sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Kementerian terkait telah mendorong terminal angkutan darat, pelabuhan, bandara, hingga stasiun untuk mengalokasikan 30 persen ruang usaha bagi UMKM. Kebijakan ini bertujuan membuka pasar yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas produk lokal.
Sardaini menegaskan bahwa pemerintah Provinsi Jambi siap meneruskan program tersebut ke daerah.
“Di Jambi, program ini akan kita fokuskan pada terminal, pelabuhan, dan bandara. Untuk stasiun belum karena kita belum memiliki layanan kereta api. UMKM sangat membantu pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Langkah ini disebut sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pembinaan UMKM sejak hulu—permodalan—hingga hilir, yakni akses pasar.
Dengan kombinasi antara pembiayaan KUR dan akses ruang usaha yang lebih luas, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis UMKM mampu terus tumbuh dan memberi kontribusi signifikan terhadap geliat ekonomi daerah. (mat)








Discussion about this post