Lamanesia.com – Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini memimpin langsung proses mediasi antara pihak PT SEI dengan sekelompok masyarakat terkait sengketa lahan yang berada di kawasan Workshop PT GDT, Kabupaten Morowali Utara. Mediasi tersebut digelar sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif serta mendorong penyelesaian masalah secara musyawarah.
Kegiatan mediasi ini turut dihadiri oleh jajaran Polres Morowali Utara, di antaranya Kabagops, Kasatintelkam, KBO Satreskrim, serta Kapolsubsektor Petasia Timur. Kehadiran unsur kepolisian tersebut bertujuan memastikan proses dialog berjalan aman, tertib, dan objektif.
Dalam mediasi tersebut, Kapolres Morowali Utara memberikan ruang yang seimbang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan, tuntutan, dan dasar klaim masing-masing terkait kepemilikan dan pemanfaatan lahan. AKBP Reza Khomeini menegaskan bahwa Polri hadir sebagai fasilitator yang netral guna menjaga stabilitas keamanan dan mengedepankan penyelesaian secara damai.
“Permasalahan sengketa lahan harus diselesaikan dengan kepala dingin, mengedepankan dialog dan mekanisme hukum yang berlaku. Kami berharap mediasi ini menjadi langkah awal menuju solusi yang dapat diterima semua pihak,” ujar AKBP Reza Khomeini.
Kapolres juga mengimbau agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, menjaga situasi tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama demi kelancaran aktivitas masyarakat dan dunia usaha di wilayah Morowali Utara.
Hasil mediasi ini akan ditindaklanjuti sesuai kesepakatan bersama serta ketentuan hukum yang berlaku. Polres Morowali Utara memastikan akan terus mengawal proses penyelesaian sengketa tersebut agar berjalan transparan, adil, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. (pin)













Discussion about this post