Lamanesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi fenomena El Nino berpotensi terjadi pada 2026 dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada musim kemarau yang lebih kering dan berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG Sultan Taha Jambi, Luckita Theresia, menjelaskan bahwa El Nino merupakan siklus iklim yang terjadi secara berkala, sehingga masyarakat tidak perlu merespons secara berlebihan.
“El Nino memang diprediksi terjadi di 2026 dengan durasi lebih panjang. Namun ini adalah fenomena yang memiliki siklus, jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul, terutama terkait potensi kekeringan yang lebih lama dari biasanya.
“Karena durasi kekeringan bisa lebih panjang, masyarakat harus lebih berhati-hati, khususnya dalam penggunaan air bersih dan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” katanya.
BMKG memproyeksikan El Nino mulai berkembang pada semester kedua 2026 dengan kategori lemah hingga moderat. Namun demikian, fenomena ini tetap berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan dan meningkatkan risiko kekeringan serta krisis air bersih.
Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diperkirakan meningkat seiring kondisi cuaca yang lebih kering.
Luckita menegaskan bahwa meskipun El Nino bukan fenomena baru, dampaknya tetap perlu diantisipasi secara serius, terlebih jika berlangsung lebih lama.
“Tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada terhadap dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran, serta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim secara berkala.
Kesiapsiagaan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalisir dampak El Nino, baik terhadap sektor lingkungan, pertanian, maupun aktivitas masyarakat secara umum. (Rdi)











Discussion about this post