Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Opini

Kampus dan Libidus: Krisis Legitimasi Moral

by Admin
04/05/2026
in Opini
Ilustrasi Bahren Nurdin. (Dok: Redaksi)

Ilustrasi Bahren Nurdin. (Dok: Redaksi)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 8,482

Oleh: Bahren Nurdin

Artikelterkait

Melindungi atau Membatasi? Dilema Relasi Akademik di Kampus

Jelang UTBK-SBMPTN di Unja, Simak Jadwal, Lokasi dan Tips Peserta Disini!

1.806 Mahasiswa Lulus di Unja Melalui Jalur SNMPTN

Artikel singkat ini merupakan bentuk autokritik bagi kita sebagai bagian dari komunitas kampus. Ia tidak dimaksudkan untuk menunjuk atau menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai ajakan untuk bercermin: sejauh mana ruang akademik yang kita banggakan benar-benar menjadi tempat yang aman, etis, dan berkeadilan bagi semua.

Kampus sering dibayangkan sebagai ruang netral: tempat ilmu pengetahuan tumbuh, nalar kritis diasah, dan nilai-nilai etika ditegakkan. Namun, realitas menunjukkan bahwa kampus juga merupakan ruang hasrat—apa yang dalam tulisan ini disebut sebagai libidus: dorongan, keinginan, dan kecenderungan yang tidak selalu tampak, tetapi bekerja di balik relasi sosial dan struktur akademik. Dalam konteks inilah, persoalan kekerasan seksual menemukan maknanya yang lebih dalam.

 

Kasus-kasus yang belakangan mencuat di Indonesia, baik dalam bentuk verbal maupun non-verbal, mengingatkan kita bahwa persoalan ini bukan sekadar penyimpangan individu, melainkan gejala struktural yang lebih kompleks.

 

Relasi di kampus tidak pernah sepenuhnya setara. Dosen memiliki otoritas atas nilai dan kelulusan, senior atas junior dalam organisasi, bahkan kelompok sosial tertentu atas yang lain.

 

Dalam situasi seperti ini, libidus tidak berdiri sendiri sebagai dorongan personal, tetapi berkelindan dengan posisi dan peluang. Kekerasan seksual pun sering terjadi bukan semata karena niat, melainkan karena sistem membuka ruang dan membiarkannya berlangsung. Yang perlu dikritisi bukan hanya pelaku, tetapi juga lingkungan yang membuat pelaku merasa aman.

 

Lebih jauh, kita juga menghadapi persoalan normalisasi. Candaan seksual, komentar terhadap tubuh, atau pesan pribadi yang ambigu sering dianggap hal biasa. Padahal, praktik-praktik kecil inilah yang membentuk lingkungan permisif. Libidus bekerja secara halus—melalui pembiaran, pengulangan, dan kebiasaan yang dianggap wajar. Ketika hal-hal kecil diabaikan, kita sebenarnya sedang memupuk kemungkinan terjadinya pelanggaran yang lebih besar.

Di sisi lain, budaya akademik yang elitis kerap membuat korban memilih diam. Ketakutan akan dampak akademik, stigma sosial, hingga kekhawatiran akan masa depan karier menjadi faktor penghambat untuk melapor. Dalam banyak kasus, yang diproteksi bukan korban, melainkan citra institusi. Kampus, yang seharusnya menjadi ruang aman, justru bisa menjadi ruang yang menekan.

Padahal, secara normatif Indonesia telah memiliki kerangka regulasi melalui Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021. Namun persoalannya terletak pada implementasi. Banyak satuan tugas dibentuk sekadar formalitas, tanpa keberanian dan transparansi dalam menangani kasus. Kita menghadapi situasi ‘patuh aturan tanpa komitmen’; regulasi ada, tetapi tidak dihidupi secara serius.

Yang juga sering luput adalah kekerasan non-verbal. Tatapan yang tidak pantas, gestur yang melewati batas, atau relasi bimbingan yang menjadi terlalu personal sering tidak dianggap sebagai pelanggaran. Padahal, justru bentuk-bentuk inilah yang paling sulit dikenali sekaligus paling sering terjadi. Yang tidak terlihat sering kali paling melukai.

Paradoksnya, kampus sebagai institusi yang mengajarkan etika, hukum, dan keadilan sosial justru kerap gagal menjadi teladan dalam praktiknya. Ini bukan sekadar persoalan reputasi, melainkan krisis legitimasi moral. Bagaimana mungkin institusi yang mengajarkan nilai keadilan tidak mampu menjamin rasa aman bagi warganya?

Karena itu, pendekatan yang dibutuhkan tidak boleh berhenti pada penanganan kasus. Kampus perlu melakukan audit budaya secara menyeluruh, membangun sistem deteksi dini berbasis komunitas, serta mereformasi relasi akademik agar lebih transparan dan akuntabel. Pendidikan tentang persetujuan (consent) juga perlu dikontekstualisasikan, bukan sekadar normatif, tetapi relevan dengan realitas kampus.

Kekerasan seksual di kampus adalah cermin dari libidus yang dibiarkan bekerja tanpa kendali, berkelindan dengan budaya diam dan keberanian institusi yang masih setengah hati. Jika kampus gagal menjadi ruang aman, maka kita sedang mempertaruhkan bukan hanya integritas institusi, tetapi juga masa depan generasi terdidik yang tumbuh di dalamnya.

*Akademisi dan Pengamat Sosial 

Tags: #kampus#libidus#moral

Related Posts

Ali Idrus. (Dok: Alpin)
Opini

Melindungi atau Membatasi? Dilema Relasi Akademik di Kampus

by Admin
22/04/2026
0

Oleh : Ali Idrus PERNYATAAN Fauzan (WamenKemdikti) yang mendorong agar layanan akademik tidak dilakukan di luar kampus segera memantik diskursus luas...

Read more
Daerah

Jelang UTBK-SBMPTN di Unja, Simak Jadwal, Lokasi dan Tips Peserta Disini!

by Admin
11/05/2022
0

Jambi - Universitas Jambi akan segera menyelenggarakan UTBK SBMPTN gelombang 1 pada 17 - 23 Mei 2022 mendatang. Berbagai persiapan...

Read more
Daerah

1.806 Mahasiswa Lulus di Unja Melalui Jalur SNMPTN

by Admin
30/03/2022
0

JAMBI - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) telah merilis daftar siswa yang berhasil lulus ujian SNMPTN (Seleksi Nasional...

Read more
Next Post
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, bersama insan pers dan pelaku industri media mengikuti kegiatan peringatan World Press Freedom Day 2026 di kawasan Stasiun KA BNI City, Jakarta, Minggu (3/5). (Dok: Dewan Pers)

Dewan Pers Tegaskan Jurnalisme Berkualitas Kunci Masa Depan Damai dan Berkeadilan

Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin meninjau langsung progres pembangunan KDKMP di Desa Batang Merangin, Kerinci. (Dok: Rahmat)

Danrem 042/Gapu Turun Tangan, Percepatan Pembangunan KDKMP di Kerinci Dikebut

Korwas Polda Jambi memberikan materi Bimtek Polsus kepada petugas Lapas Kelas IIB Sarolangun. (Dok: Deni Satria Budi)

Perkuat Sinergi Keamanan, Korwas Polda Jambi Gelar Bimtek Polsus di Lapas Sarolangun

Tim gabungan Sat Resnarkoba Polresta Jambi bersama TNI dan Serigala Kota saat menggelar razia narkoba di kawasan Penyengat Rendah. (Dok: Alpin)

Razia Malam “Serigala Kota” di Jambi: 6 Pria Diamankan, Perang Melawan Narkoba Kian Digencarkan

Sejumlah prajurit Korem 042/Gapu saat meminta klarifikasi di Polsek Telanai. (Dok: Rahmat)

Korem 042/Gapu Tegas Bantah Isu Keterlibatan TNI dalam Kasus Penggerebekan Oknum Dosen di Jambi

Discussion about this post

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN