Lamanesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Khusus di Provinsi Jambi, fenomena pasang air laut maksimum diprediksi terjadi pada 19 hingga 23 Mei 2026 dan berpotensi menggenangi sejumlah kawasan pesisir timur Jambi.
Prakirawan BMKG Sultan Taha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan banjir rob dipicu oleh fenomena astronomi berupa fase bulan Perigee dan bulan purnama yang menyebabkan posisi matahari, bulan, dan bumi berada sejajar serta dalam jarak yang lebih dekat.
Kondisi tersebut meningkatkan gaya gravitasi terhadap air laut sehingga memicu pasang maksimum di wilayah pesisir.
“Untuk banjir pesisir memang diperkirakan terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir Indonesia mulai tanggal 17 Mei. Namun untuk wilayah Jambi, khususnya pesisir timur Jambi, diperkirakan terjadi mulai tanggal 19 hingga 23 Mei 2026,” ujar Jaya, Rabu (13/05/2026).
Ia menjelaskan, fenomena bulan Perigee membuat tarikan gravitasi terhadap air laut menjadi lebih kuat dibanding biasanya.
“Di bulan Mei ini terjadi fenomena bulan Perigee, artinya matahari, bulan, dan bumi jaraknya berdekatan dan sejajar. Kondisi ini menyebabkan gravitasi menarik air laut sehingga terjadi pasang air laut maksimum di wilayah pesisir,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan karena banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat maupun sektor ekonomi.
Dampak yang mungkin terjadi antara lain terganggunya aktivitas pelabuhan, bongkar muat barang, permukiman warga yang tergenang air laut, hingga aktivitas budidaya tambak ikan di wilayah pesisir.
“Banjir pesisir sangat mengganggu aktivitas masyarakat di pesisir maupun di pelabuhan, kemudian aktivitas di permukiman pesisir karena tergenang air, dan juga aktivitas perikanan darat seperti budidaya tambak ikan di daerah pesisir,” katanya.
BMKG menyebut wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kuala Tungkal, Mendahara Ilir, Sabak Timur, Nipah Panjang, hingga Sadu yang berada di sepanjang garis pantai pesisir timur Jambi.
Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG guna mengantisipasi dampak banjir rob yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (mat)











Discussion about this post