Lamanesia.com – Pemerintah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam ribuan rumah warga dengan mendirikan dua titik dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.
Langkah darurat ini dilakukan menyusul lumpuhnya aktivitas perekonomian dan dapur rumah tangga warga akibat genangan banjir yang belum surut selama beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan dapur umum tersebut telah beroperasi selama dua hari terakhir guna menyuplai makanan siap saji bagi korban banjir.
“Sudah dua hari kita dirikan tempat masak bantuan pemerintah untuk warga yang terdampak banjir,” ujar Zainadi, Jumat (16/5/2026).
Dua posko dapur umum itu ditempatkan di lokasi strategis, yakni di Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muaro Bungo dan Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani.
Operasional dapur umum menggunakan anggaran dana bencana melalui Dinas Sosial, dengan dukungan pasokan beras dari Dinas Ketahanan Pangan serta kolaborasi bersama Perum Bulog.
Melibatkan warga, pemerintah daerah, serta personel gabungan TNI-Polri, dapur umum tersebut mampu memproduksi sekitar 4.000 porsi makanan setiap hari yang kemudian didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga terdampak banjir.
Berdasarkan data sementara BPBD Bungo, banjir akibat luapan Sungai Batang Bungo telah merendam sedikitnya 1.436 rumah warga yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bathin III, Kecamatan Bungo Dani, dan Kecamatan Pasar Muaro Bungo.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai satu meter. Meski di sejumlah titik debit air mulai surut setinggi lutut orang dewasa, aktivitas masyarakat belum kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Bungo pun masih menetapkan status siaga penuh mengingat potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi hingga sore hari.
Selain menyiagakan dapur umum, tim gabungan juga telah menempatkan sejumlah perahu karet di lokasi banjir untuk mempercepat proses evakuasi warga, serta menurunkan tiga unit alat berat di kawasan rawan longsor guna mengantisipasi bencana susulan. (Rdi)









Discussion about this post