Lamanesia.com – Aktivitas proyek pembangunan kolam retensi di kawasan Paal 5, Kota Jambi, menuai keluhan dari warga sekitar. Keluar masuk kendaraan proyek pengangkut material disebut menyebabkan debu tebal dan lumpur yang mengotori Jalan Pangeran Hidayat hingga mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.
Saat cuaca panas, debu beterbangan dan masuk ke rumah warga maupun tempat usaha di sepanjang jalan tersebut. Sementara ketika hujan turun, ruas jalan berubah licin akibat bercampurnya tanah merah dan lumpur yang terbawa kendaraan proyek.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan mulai dari kawasan SPBU Paal 5 hingga Lorong Purnama tampak dipenuhi bekas tanah merah yang menempel di badan jalan aspal. Warga menduga kendaraan proyek keluar dari area pembangunan tanpa terlebih dahulu membersihkan ban, sehingga material tanah ikut terbawa ke jalan umum.
“Kalau cuaca panas debunya luar biasa. Masuk ke rumah dan tempat jualan. Kalau hujan malah licin, rawan pengendara jatuh,” ujar Andi Saputra, warga Paal 5.
Keluhan serupa juga disampaikan para pedagang kuliner di sepanjang Jalan Pangeran Hidayat. Mereka mengaku aktivitas usaha mulai terganggu karena pembeli merasa tidak nyaman akibat debu yang terus beterbangan.
“Banyak pelanggan mengeluh karena debu sampai masuk ke tempat makan. Kami berharap ada penyiraman jalan rutin,” kata Siti Rahma, pedagang setempat.
Warga menilai pihak pelaksana proyek belum maksimal mengantisipasi dampak lingkungan selama proses pembangunan berlangsung. Mereka meminta langkah konkret seperti pencucian ban kendaraan proyek sebelum keluar ke jalan umum serta penyiraman jalan secara berkala agar debu dan lumpur dapat diminimalisir.
Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi jalan yang licin saat hujan juga dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas di kawasan tersebut.
Warga berharap pengawasan terhadap aktivitas proyek diperketat sehingga pembangunan kolam retensi tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar. (mat)













Discussion about this post