Lamanesia.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban jenis kambing di Desa Solok, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Kurnaini, peternak kambing yang telah menekuni usaha peternakan selama 19 tahun. Tahun ini, ia mengaku penjualan kambing kurban jauh lebih sepi dibanding momen Idul Adha sebelumnya.
Biasanya, menjelang hari raya kurban dirinya mampu menjual hingga puluhan ekor kambing. Namun hingga saat ini, baru dua ekor kambing yang berhasil terjual.
Menurut Kurnaini, minimnya permintaan terjadi meski kondisi ternak yang dijual dalam keadaan sehat dan layak untuk kurban. Ia menilai daya beli masyarakat saat ini masih rendah.
“Tahun ini masih kurang, tidak seperti biasanya. Baru dua yang terjual, biasanya bisa sampai 10 ekor. Hambatannya sekarang penjualan agak susah karena banyak yang memelihara kambing, tapi yang membeli kurang,” ujarnya.
Selain banyaknya peternak kambing di wilayah Muaro Jambi, kondisi ekonomi masyarakat serta kebutuhan biaya masuk sekolah anak-anak disebut menjadi faktor yang memengaruhi menurunnya minat pembelian kambing kurban tahun ini.
Meski penjualan kambing lesu, kondisi berbeda justru terjadi pada hewan kurban jenis sapi. Kurnaini mengaku penjualan sapi masih tergolong stabil dan cukup diminati masyarakat.
“Hingga sekarang sudah empat ekor sapi yang terjual,” katanya.
Harga hewan kurban tahun ini pun bervariasi. Untuk sapi, harga berkisar antara Rp19 juta hingga Rp23 juta per ekor tergantung ukuran dan bobot hewan. Sedangkan harga kambing berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor.
Para peternak berharap mendekati Hari Raya Idul Adha permintaan hewan kurban dapat kembali meningkat sehingga penjualan ternak masyarakat bisa membaik dan membantu perekonomian peternak lokal. (Rdi)













Discussion about this post