Mengabarkan Nusantara
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Mengabarkan Nusantara
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
Home Nasional

Amran Sulaiman Perketat Perang Lawan Mafia Pangan, 92 Kasus Terungkap dan 77 Tersangka Dijerat Hukum

by Admin
30/05/2026
in Nasional
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. (Dok: Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. (Dok: Kementerian Pertanian)

0
SHARES
0
VIEWS
Views: 272

Lamanesia.com –  – Upaya pemberantasan mafia pangan yang digencarkan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus menunjukkan hasil nyata. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2026, puluhan kasus penyimpangan di sektor pangan berhasil dibongkar, mulai dari praktik pengoplosan beras, penyelewengan minyak goreng subsidi, hingga peredaran pupuk palsu yang merugikan petani dan masyarakat.

Artikelterkait

No Content Available

Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan, Satgas Pangan Polri telah menangani sedikitnya 92 kasus mafia pangan dalam dua tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 46 kasus terkait komoditas beras, 16 kasus minyak goreng, 27 kasus pupuk, serta tiga kasus yang melibatkan oknum internal Kementan. Sebanyak 77 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementan, Mochammad Arief Cahyono, menegaskan bahwa langkah tegas tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Mentan Amran yang menempatkan pangan sebagai kepentingan strategis rakyat.

“Pak Menteri selalu menegaskan bahwa pangan adalah urusan rakyat. Karena itu, siapa pun yang bermain-main dengan pangan, merugikan petani, mempermainkan harga, mengurangi kualitas, ataupun memanipulasi distribusi harus ditindak tegas,” kata Arief.

Salah satu kasus terbesar yang berhasil diungkap adalah praktik pengoplosan beras yang berpotensi menimbulkan kerugian publik hingga Rp100 triliun per tahun. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap 268 sampel beras di 10 provinsi, ditemukan 212 merek yang tidak memenuhi standar mutu, berat bersih, maupun ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain itu, aparat juga menemukan modus pengemasan ulang beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang kemudian dijual kembali dengan label beras premium untuk memperoleh keuntungan lebih besar.

Menurut Arief, perhatian Mentan Amran terhadap kasus tersebut berawal dari munculnya anomali di lapangan. Saat stok beras nasional yang dikelola Bulog berada pada level tinggi, harga gabah petani masih ditemukan di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sementara di sisi lain muncul keluhan terkait kelangkaan beras.

“Ini menjadi tanda tanya besar yang kemudian mendorong investigasi lebih lanjut,” ujarnya.

Pengawasan juga dilakukan terhadap distribusi beras nasional, termasuk temuan lonjakan data distribusi yang tidak wajar di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang mencapai 11.410 ton dalam satu hari pada 28 Mei 2025.

Tidak hanya beras, Kementan bersama Satgas Pangan juga menindak praktik kecurangan dalam distribusi minyak goreng subsidi MinyaKita. Sejumlah inspeksi mendadak dilakukan untuk mengungkap pelanggaran terkait harga jual maupun volume isi produk yang tidak sesuai ketentuan.

“Pak Menteri meminta penindakan tegas terhadap pelaku. Tidak boleh kompromi. Menteri perintahkan untuk pidanakan,” tegas Arief.

Di sektor pertanian, pemberantasan mafia juga menyasar peredaran pupuk palsu. Kementan menemukan sedikitnya lima jenis pupuk yang tidak mengandung unsur hara sebagaimana mestinya dan diperkirakan merugikan petani hingga Rp3,3 triliun.

Sebanyak 27 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu, pemerintah juga mencabut izin 2.230 pengecer dan distributor pupuk yang dinilai bermasalah guna memperbaiki tata kelola distribusi pupuk bersubsidi.

Ketegasan Mentan Amran tidak hanya menyasar pihak eksternal. Di lingkungan internal Kementan, sebanyak 11 pejabat Eselon II dijatuhi sanksi karena terbukti terlibat dalam pelanggaran. Bahkan, salah satu di antaranya kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Tidak ada toleransi, termasuk jika pelanggaran terjadi di internal sendiri. Ini menunjukkan komitmen reformasi yang nyata,” ujar Arief.

Komitmen tersebut disebut sebagai bagian dari konsistensi Amran Sulaiman dalam memberantas mafia pangan. Pada periode 2017–2019, Satgas Pangan juga berhasil menindak 411 tersangka dalam berbagai kasus serupa.

Bahkan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, Mentan Amran disebut tetap memantau perkembangan sektor pangan nasional dan memberikan arahan kepada jajaran terkait untuk terus menindak praktik mafia yang merugikan rakyat.

“Pesan beliau jelas, jangan beri ruang bagi mafia yang menyusahkan rakyat dan petani,” tutup Arief. (Rdi)

Tags: #AmranSulaiman#KetahananPanganIndonesia#MafiaPangan

Related Posts

No Content Available
Next Post
Anthony Gordon resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Barcelona setelah didatangkan dari Newcastle United. (Dok: instagram @fcbarcelona)

Barcelona Datangkan Anthony Gordon, Winger Newcastle Resmi Berlabuh di Camp Nou

Ilustrasi emas Antam. (Dok: redaksi)

Harga Emas Antam Melonjak Rp25 Ribu per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Pekan

Petugas Hutama Karya melakukan pemantauan arus lalu lintas di salah satu ruas Jalan Tol Trans Sumatera selama periode libur panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila. (Dok: Hutama Karya)

Libur Panjang Dorong Lonjakan Trafik JTTS, Hutama Karya Catat 122 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari

Anggota Kelompok Kuliner Kenali Asam Atas (KUALITAS) mengikuti pelatihan dan praktik pembuatan makanan ringan berbahan dasar singkong di Kota Padang, Sumatera Barat. (Dok: Media Relation PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1)

Pertamina EP Jambi Cetak UMKM Tangguh, Ibu-Ibu KUALITAS Belajar Inovasi Produk hingga ke Padang

Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis. (Dok: Bakom RI)

Pulang dari Prancis, Prabowo Bawa Investasi dan Kerja Sama Rp61,25 Triliun untuk Indonesia

Discussion about this post

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

TERPOPULER

  • Ini Dia 10 Situs Banyak Dikunjungi Netizen, Dua Diantaranya Situs Porno!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Pembacokan Gara-gara Turnamen Futsal Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilik Lemang Simpang Kota Baru Meninggal Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Pengguna Narkoba Ditangkap di Base Camp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustadz Abdul Somad Akan Nikahi Gadis 19 Tahun Bulan Mei Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Innalilahi, Anak Bungsu Walikota Jambi Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Rakyat Jambi, Minta Bawaslu RI Ambil Alih Kasus Dugaan Kecurangan Pilgub Jambi 2020

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isak Tangis Orangtua Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan Anaknya yang Menjadi Korban Pembacokan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debt Collector Gelapkan Mobil Nasabah, Polisi Telusuri Keterlibatan Leasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temukan 7 Paket Sabu Siap Jual, Ardiansyah Ditangkap Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Mengabarkan Nusantara

©2026 Lamanesia -- Jalan Kana III, No 16, RT 09, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab & Koreksi Berita
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

Media sosial

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN