Lamanesia.com – Harga emas batangan produksi Antam kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Sabtu (30/5/2026). Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp25.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.774.000 menjadi Rp2.799.000 per gram.
Kenaikan ini turut diikuti oleh harga buyback atau pembelian kembali yang juga mengalami peningkatan menjadi Rp2.609.000 per gram. Angka tersebut menjadi perhatian para investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang sekaligus aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.
Penguatan harga emas terjadi setelah beberapa hari terakhir logam mulia menunjukkan pergerakan positif. Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar dan harga emas dunia.
Selain harga jual, masyarakat yang melakukan transaksi emas perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian maupun penjualan kembali emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif PPh sebesar 1,5 persen, sedangkan non-NPWP dikenakan tarif 3 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima pelanggan.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, tarif PPh 22 sebesar 0,45 persen berlaku bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti pemotongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun rincian harga emas Antam per Sabtu (30/5/2026) adalah sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.449.500
- 1 gram: Rp2.799.000
- 2 gram: Rp5.538.000
- 3 gram: Rp8.282.000
- 5 gram: Rp13.770.000
- 10 gram: Rp27.485.000
- 25 gram: Rp68.587.000
- 50 gram: Rp137.095.000
- 100 gram: Rp274.112.000
- 250 gram: Rp685.015.000
- 500 gram: Rp1.369.820.000
- 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.739.600.000
Kenaikan harga emas ini memperkuat posisi logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi yang tetap diminati masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan, emas masih menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. (pin)












Discussion about this post