Lamanesia.com – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk ruas Tol Betung–Jambi 1A sepanjang 30,8 kilometer. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, HKI juga menghadirkan dua rest area tipe A yang akan menjadi fasilitas penunjang kenyamanan bagi pengguna jalan tol.
Kedua rest area tersebut dibangun di STA 24+600, masing-masing di sisi A (Betung–Jambi) dan sisi B (Jambi–Betung). Fasilitas yang disediakan terbilang lengkap, mulai dari toilet umum dan difabel, ruang laktasi, area istirahat, SPBU, minimarket, kantin, foodcourt, hingga area kuliner dan stand UMKM. Rest area ini dirancang mampu menampung hingga 250 kendaraan sekaligus.
Sekretaris Perusahaan HKI, Resnu Aditya, mengatakan bahwa pembangunan rest area ini juga mengangkat kearifan lokal Sumatra Selatan melalui desain arsitektur bermotif “Pucuk Rebung”, yang melambangkan kebaikan, pertumbuhan, dan harapan akan keberlanjutan.
“Rest area ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga membawa nilai budaya lokal yang kami tuangkan dalam desain bangunan,” ujarnya.
Selain menghadirkan kenyamanan bagi pengguna jalan tol, keberadaan rest area ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Setiap rest area akan menyediakan hingga 24 tenant UMKM yang membuka peluang usaha serta lapangan pekerjaan baru.
Dari sisi keberlanjutan, HKI juga menerapkan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan cahaya alami serta sistem pencahayaan otomatis untuk menghemat penggunaan energi listrik. Pembangunan proyek ini turut didukung teknologi Building Information Modelling (BIM) yang membantu visualisasi dan efisiensi pekerjaan di lapangan.
Hingga akhir Mei 2026, progres pembangunan Tol Betung–Jambi 1A telah mencapai 65 persen. Kehadiran ruas tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dari Betung menuju Supat Induk dari sekitar 90 menit menjadi hanya 30 menit.
HKI optimistis penyelesaian proyek ini dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi kelancaran mobilitas dan distribusi logistik, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar koridor jalan tol. (Rdi)















Discussion about this post