Lamanesia.com – Kepastian kelanjutan megaproyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Jambi semakin menguat. Pembangunan fisik ruas Tol Jambi–Rengat ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2027, setelah seluruh tahapan persiapan dan pembebasan lahan rampung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi, Robert Sihotang, memastikan proyek strategis nasional tersebut tetap berjalan sesuai rencana. Ia sekaligus membantah isu yang menyebut proses peninjauan Rencana Teknik Akhir (RTA) mengalami kegagalan.
Menurut Robert, saat ini pemerintah masih fokus menyelesaikan seluruh tahapan pra-konstruksi, mulai dari penyempurnaan dokumen teknis hingga proses pembebasan lahan agar target pembangunan fisik pada 2027 dapat terealisasi.
Komitmen tersebut juga diperkuat Pemerintah Provinsi Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan penandatanganan kontrak pembangunan ruas Tol Jambi–Rengat ditargetkan berlangsung pada Maret tahun depan.
Pembangunan tahap awal akan diprioritaskan pada ruas Jambi–Merlung sepanjang 67 kilometer. Ruas ini menjadi bagian penting dalam mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.
“Maret tahun depan akan berkontrak. Menyambung sampai ke Rengat, mungkin lebih utama dari Jambi sampai Merlung dulu, 67 kilometer,” ujar Al Haris.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menuntaskan proses ganti rugi lahan sebagai salah satu tahapan utama sebelum konstruksi dimulai.
“Sekarang proses ganti rugi lahan dan sebagainya,” katanya.
Sementara itu, pembangunan ruas Tol Jambi–Palembang juga dipastikan terus berjalan tanpa kendala berarti. Menurut Al Haris, proyek yang kini menjadi kewenangan BPJN Sumatera Selatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
“Palembang jalan, tidak ada masalah. Hanya memang itu sudah kewenangan BPJN Sumsel, bukan kita lagi. Tapi jalan, insyaallah Desember selesai semuanya itu,” tegasnya.
Apabila seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal, kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera di Jambi diyakini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, memangkas waktu tempuh, serta memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera. (Rdi)













Discussion about this post