Lamanesia.com – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kantor Staf Presiden (KSP) turun langsung meninjau progres pembangunan di area Jembatan Musi V, Sumatera Selatan, sebagai bentuk pengawasan dan dukungan percepatan proyek strategis nasional tersebut.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan, terutama terkait percepatan pengadaan lahan yang masih menjadi perhatian utama.
Deputi IV KSP, Fadjar Dwi Wishnuwardhani menegaskan, pemerintah pusat akan terus mengawal pembangunan ruas tol yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Pulau Sumatra.
Menurutnya, berbagai hambatan yang ditemukan di lapangan, baik persoalan teknis maupun pengadaan lahan, akan segera dikoordinasikan bersama seluruh pemangku kepentingan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami akan melaporkan secara khusus perkembangan pembangunan maupun hambatan yang masih dihadapi kepada Kepala Staf Kepresidenan. Harapannya, berbagai kendala dapat segera dicarikan solusi bersama sehingga proyek ini dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Fadjar.
Dalam peninjauan tersebut terungkap, progres konstruksi Ruas Palembang–Betung sepanjang 69,2 kilometer kini telah mencapai 82,24 persen dengan progres pengadaan lahan sebesar 87,45 persen. Sementara Ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 kilometer mencatat progres konstruksi sebesar 58,34 persen dan pengadaan lahan sebesar 69,18 persen.
Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, mengatakan pembangunan ruas tol ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Sumatra Selatan hingga Jambi.
Ia menyebut keberadaan jalan tol nantinya diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan nasional, memangkas waktu tempuh perjalanan, sekaligus memperlancar arus logistik dan distribusi barang antarwilayah.
“Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas yang semakin baik,” katanya.
Hutama Karya, lanjut Hamdani, berkomitmen menyelesaikan pembangunan JTTS secara bertahap dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan tata kelola proyek yang baik. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi pertanahan juga dinilai menjadi kunci penting dalam percepatan proyek.
Ke depan, Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi diproyeksikan menjadi koridor strategis yang mampu membuka akses antarprovinsi lebih luas, mempercepat distribusi logistik, mengurangi beban jalan nasional, hingga mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Sumatra bagian selatan. (Rdi)













Discussion about this post