Lamanesia.com – Setelah sempat mengalami penurunan pada periode sebelumnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali menunjukkan tren penguatan pada periode 5–11 Juni 2026. Kenaikan harga ini terjadi di tingkat pabrik, namun belum sepenuhnya dirasakan secara signifikan oleh petani maupun pengepul di lapangan.
Di Kabupaten Merangin, harga TBS sawit di tingkat pengepul atau toke saat ini masih berada di kisaran Rp2.420 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan pelaku usaha karena margin keuntungan yang semakin tipis.
“Sangat tipis dapatnya, bisa dibilang tidak dapat untung lagi,” ujar Ardian Pradana Putra, salah satu pengepul TBS sawit di Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat.
Sementara itu, di Kabupaten Batang Hari, harga TBS kelapa sawit tercatat lebih tinggi, yakni berkisar Rp2.850 per kilogram di tingkat pengepul.
Di sisi lain, berdasarkan penetapan harga di tingkat pabrik, harga TBS sawit Jambi mengalami kenaikan sebesar Rp137,45 per kilogram menjadi Rp3.440,77 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk TBS dari tanaman berusia produktif 10–20 tahun.
Meski demikian, harga di tingkat petani atau toke tetap bervariasi, dengan kisaran umum berada pada Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram, tergantung kualitas buah dan lokasi pengumpulan.
Selain TBS, harga minyak sawit mentah (CPO) juga tercatat di level Rp13.346,11 per kilogram, sementara harga kernel atau inti sawit berada pada Rp13.134,22 per kilogram, dengan indeks K mencapai 95,22 persen.
Adapun rincian harga TBS sawit Provinsi Jambi periode 5–11 Juni 2026 berdasarkan umur tanaman yakni umur 3 tahun sebesar Rp2.669,28 per kilogram dan umur 4 tahun sebesar Rp2.867,00 per kilogram.
Kenaikan harga ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi petani sawit, meski pada praktiknya fluktuasi di tingkat lapangan masih menjadi tantangan tersendiri. (pin)












Discussion about this post