Lamanesia.com – Petani kelapa sawit di Provinsi Jambi mulai merasakan penurunan semangat produksi setelah harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit kembali mengalami koreksi pada periode 8-14 Mei 2026.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS kelapa sawit untuk usia tanam 10-20 tahun turun sebesar Rp8,90 per kilogram menjadi Rp3.894,98 per kilogram.
Penurunan ini dinilai cukup memengaruhi gairah petani, meski secara angka tidak terlalu besar. Pasalnya, harga TBS menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di sejumlah daerah sentra perkebunan sawit di Jambi.
Selain kelompok usia tanam 10-20 tahun, harga TBS untuk usia lainnya juga ditetapkan bervariasi. Untuk usia tanam 3 tahun dipatok Rp3.018,91 per kilogram, usia 4 tahun Rp3.245,23 per kilogram, dan usia 5 tahun Rp3.392,84 per kilogram.
Selanjutnya, sawit usia 6 tahun ditetapkan Rp3.533,29 per kilogram, usia 7 tahun Rp3.622,19 per kilogram, usia 8 tahun Rp3.701,17 per kilogram, serta usia 9 tahun Rp3.772,79 per kilogram.
Sementara itu, harga sawit usia 21-24 tahun berada di angka Rp3.781,89 per kilogram dan usia 25 tahun Rp3.615,91 per kilogram.
Di sisi lain, harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah ditetapkan sebesar Rp15.051,70 per kilogram. Sedangkan harga inti sawit atau kernel mencapai Rp15.262,00 per kilogram dengan indeks K sebesar 95,02 persen.
Meski harga masih berada di level relatif tinggi, fluktuasi yang terjadi tetap menjadi perhatian petani sawit di Jambi yang berharap harga kembali stabil dan mampu meningkatkan pendapatan mereka. (Rdi)










Discussion about this post