Lamanesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi kemunculan belasan titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Jambi pada Rabu (6/5/2026). Temuan ini menjadi sinyal awal meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Berdasarkan data pemantauan satelit SNPP dan NOAA20, tercatat sebanyak 13 titik panas tersebar di tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.
Satelit tersebut digunakan untuk mendeteksi suhu panas tidak wajar di permukaan bumi yang berpotensi menjadi indikasi awal kebakaran lahan maupun hutan.
Secara rinci, titik panas di Kabupaten Muaro Jambi terpantau berada di Kecamatan Kumpeh Ulu. Sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebar di Kecamatan Betara dan Bram Itam. Sedangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdeteksi di wilayah Kecamatan Mendahara Ulu.
BMKG menyebut data hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam upaya deteksi dini karhutla, terutama pada titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang memerlukan perhatian serius agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode cuaca panas yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Jambi. (mat)













Discussion about this post