Lamanesia.com – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi mematangkan berbagai persiapan teknis menjelang kepulangan jemaah haji asal Jambi yang dijadwalkan mulai tiba di Asrama Haji Antara Jambi pada Selasa malam (16/6/2026).
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai instansi terkait di Asrama Haji Antara Jambi, Senin (15/6), Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menegaskan bahwa fokus utama proses pemulangan tahun ini adalah menjaga keamanan, ketertiban, dan menghindari terjadinya kerumunan massal saat jemaah kembali dari Tanah Suci.
Menurut Wahyudi, momen kepulangan jemaah memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan keberangkatan. Antusiasme keluarga yang ingin segera bertemu dengan sanak saudara usai menunaikan ibadah haji berpotensi menimbulkan kepadatan dan gangguan terhadap proses pemulangan yang telah diatur.
“Pemulangan jemaah ini tingkat risiko kerumunannya lebih tinggi. Karena keluarga jemaah pasti ingin segera bertemu. Namun jemaah tidak boleh pulang secara mandiri dan harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, panitia memberlakukan pengawasan ketat terhadap akses masuk ke area asrama. Pintu samping asrama akan ditutup dan dikunci mulai pukul 18.00 WIB atau dua jam sebelum kedatangan jemaah di aula penerimaan.
Kebijakan ini diterapkan guna mencegah masuknya pihak luar tanpa izin sekaligus menghindari kejadian jemaah dijemput langsung oleh keluarga tanpa melalui prosedur resmi. Seluruh jemaah nantinya diwajibkan menggunakan bus yang telah disiapkan pemerintah kabupaten dan kota masing-masing menuju daerah asal.
“Jam 18.00 pintu samping akan dikunci. Ini semata-mata untuk menghindari terjadinya kerumunan selama proses pemulangan jemaah berlangsung,” ujar Wahyudi.
Selain memperketat pengamanan, PPIH juga melakukan penyederhanaan prosesi penyambutan. Acara seremonial yang biasanya berlangsung cukup panjang kini dibatasi agar tidak menambah kelelahan jemaah setelah menempuh perjalanan jauh dari Arab Saudi.
Laporan ketua kloter maupun sambutan pejabat yang hadir dibatasi maksimal lima menit sehingga proses penyerahan jemaah dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan sistem khusus untuk pengelolaan barang bawaan jemaah. Sebanyak lima tim ditugaskan melakukan pemilahan tas kabin berdasarkan kabupaten dan kota asal guna menghindari tertukarnya barang saat proses distribusi.
Tim lansia yang terdiri dari tenaga kesehatan juga akan disiagakan untuk mendampingi jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan perhatian khusus selama proses pemulangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, PPIH Jambi berharap kepulangan jemaah haji tahun 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah hingga tiba kembali di daerah masing-masing. (Rdi)













Discussion about this post