Lamanesia.com – Penyelenggaraan ibadah haji Provinsi Jambi tahun 2026 mencatat sejumlah capaian bersejarah. Selain untuk pertama kalinya satu kelompok terbang (kloter) dipimpin oleh seorang perempuan, Pemerintah Provinsi Jambi juga menggelontorkan bantuan hingga Rp42 miliar bagi jemaah haji, yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Momen bersejarah tersebut terungkap saat penyambutan kepulangan jemaah haji Kloter BTH 20 asal Provinsi Jambi di Asrama Haji Antara Jambi, Rabu malam (24/6/2026). Acara berlangsung penuh haru dan syukur serta dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI KH. Mochamad Irfan Yusuf beserta istri, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan Kloter BTH 20 yang berjumlah 444 jemaah asal Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi menjadi kloter istimewa karena dipimpin oleh seorang perempuan, Dr. Zakiah.
“Kloter 20 ini adalah kloter istimewa, karena satu-satunya ketua kloter perempuan sepanjang sejarah penyelenggaraan haji di Jambi adalah Ibu Dr. Zakiah,” ujar Wahyudi.
Tak hanya itu, kloter tersebut juga membawa jemaah haji tertua asal Provinsi Jambi, Hajja Siti Aisyah yang telah berusia 101 tahun. Meski berusia lebih dari satu abad, ia berhasil menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
Wahyudi juga mengungkapkan bahwa kuota haji Provinsi Jambi tahun 2026 meningkat signifikan menjadi 3.306 jemaah, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 2.909 orang.
“Meningkatnya kuota ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Jambi yang telah lama menunggu kesempatan menunaikan ibadah haji,” katanya.
Suasana penyambutan semakin bermakna karena bertepatan dengan malam 10 Muharram 1448 Hijriah yang diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Selain itu, tanggal 24 Juni juga bertepatan dengan hari ulang tahun Menteri Haji dan Umrah RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar untuk membantu biaya transportasi Jambi–Batam–Jambi, konsumsi, serta akomodasi darat para jemaah.
“Total bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi mencapai Rp42 miliar. Kalau kami hitung-hitung, sepertinya bantuan pemerintah Provinsi Jambi ini merupakan yang tertinggi di Indonesia,” tegasnya.
Di balik keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini, Wahyudi juga menyampaikan kabar duka. Sebanyak tujuh jemaah haji asal Jambi wafat di Tanah Suci selama menjalankan ibadah. Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 14 orang.
Pemerintah berharap berbagai inovasi dan peningkatan pelayanan haji dapat terus dilakukan sehingga penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang semakin nyaman, aman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi. (Rdi)













Discussion about this post