Lamanesia.com – Menjelang kedatangan kloter perdana jemaah haji asal Jambi, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, memberikan perhatian khusus terhadap penanganan barang bawaan jemaah. Ia menegaskan seluruh petugas logistik agar memperlakukan koper dan tas jemaah dengan hati-hati serta melarang keras tindakan membanting bagasi.
Arahan tersebut disampaikan Wahyudi saat memimpin rapat finalisasi pembagian tugas pemulangan jemaah haji di Asrama Haji Antara Jambi, Senin (15/6). Menurutnya, setiap barang yang dibawa pulang jemaah tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga menyimpan nilai emosional bagi keluarga yang menunggu di kampung halaman.
“Tololong dijaga betul bagasinya, jangan dibanting. Pelan-pelan karena di dalamnya ada oleh-oleh untuk anak cucu dan keluarga mereka. Tim bagasi Insya Allah sudah memahami hal itu,” tegas Wahyudi.
Pengelolaan logistik menjadi salah satu fokus utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi dalam menyambut kedatangan Kloter BTH 13 yang merupakan rombongan pertama jemaah haji asal Jambi yang kembali dari Tanah Suci.
Sesuai jadwal, jemaah kloter pertama diberangkatkan dari Jeddah pada 15 Juni pukul 23.55 Waktu Arab Saudi dan diperkirakan tiba di Jambi serta masuk ke Asrama Haji Antara pada Selasa malam (16/6).
Untuk memastikan distribusi barang berjalan tertib dan tidak terjadi kesalahan penempatan bagasi, PPIH Jambi turut memperkuat tim kabin dengan melibatkan personel pengelola gedung. Langkah ini dilakukan mengingat sebagian besar jemaah akan langsung dipulangkan ke daerah masing-masing setibanya di Jambi.
Hanya jemaah asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur yang dijadwalkan menginap di asrama sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.
Selain pengamanan bagasi, disiplin petugas juga menjadi perhatian serius. Seluruh panitia diwajibkan berada di lokasi sebelum pukul 18.00 WIB. Bahkan, akses masuk ke area asrama akan ditutup dua jam sebelum jemaah tiba di aula guna mengantisipasi penumpukan massa dan memastikan proses penyambutan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Kesiapan menyeluruh ini diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah yang baru saja menuntaskan rangkaian ibadah haji serta menghadirkan momen kepulangan yang berkesan bersama keluarga. (Rdi)













Discussion about this post