Lamanesia.com – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut ditunjukkan melalui penanganan khusus terhadap jemaah haji lanjut usia asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sarti Marto Abdullah (84), yang mengalami gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 21 tersebut diketahui mengalami gejala demensia dan membutuhkan pengawasan intensif. Setelah melalui koordinasi dengan keluarga dan mempertimbangkan kondisi kesehatan yang bersangkutan, petugas memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan Arbain ke Madinah bersama rombongan kloter.
Kabid Bina Haji dan Umrah serta Pelayanan Haji Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, H. Majdi, menjelaskan bahwa jemaah tersebut dipulangkan lebih awal melalui Kloter BTH 9 yang membawa jemaah asal Kabupaten Bengkalis.
“Jemaah tersebut tidak ikut melanjutkan perjalanan ibadah Arbain ke Madinah bersama kloternya, melainkan dititipkan kepulangannya melalui Kloter BTH 9 yang berisi jemaah asal Kabupaten Bengkalis,” ujar Majdi, Jumat (12/6).
Ia mengungkapkan, jemaah lansia tersebut telah tiba di Batam pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dan saat ini beristirahat di Asrama Haji Batam sambil menunggu proses pemulangan ke Jambi.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan jemaah, PPIH Provinsi Jambi langsung mengutus dua orang petugas untuk melakukan pendampingan khusus di Batam. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi jemaah tetap terpantau dengan baik hingga kembali ke daerah asal.
“Kami mengutus dua orang personel ke Batam untuk melakukan pendampingan melekat kepada jemaah tersebut. Karena yang bersangkutan adalah perempuan, kami juga menyertakan petugas perempuan agar pendampingan lebih nyaman dan maksimal,” jelasnya.
Majdi menegaskan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tanggung jawab perlindungan dan pemulangan jemaah tetap berada di bawah kendali PPIH Provinsi Jambi hingga jemaah diserahkan kembali kepada keluarga.
Saat ini, pihak Kemenhaj Jambi masih memantau ketersediaan penerbangan reguler menuju Jambi. Jika memungkinkan, jemaah akan diterbangkan pada Sabtu atau Minggu. Namun apabila terdapat kendala jadwal penerbangan, pemulangan akan disatukan dengan kepulangan Kloter 13 Jambi pada 16 Juni mendatang.
Sebelum diberangkatkan ke Jambi, kondisi kesehatan jemaah akan terus dipantau oleh Tim Kesehatan PPIH bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Batam guna memastikan yang bersangkutan memenuhi syarat kelayakan terbang (fit to fly).
Setibanya di Jambi nanti, proses serah terima akan dilakukan secara berjenjang mulai dari PPIH Provinsi Jambi kepada Kemenhaj Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.
Langkah cepat dan penuh perhatian yang dilakukan PPIH Provinsi Jambi ini menjadi bukti bahwa pelayanan haji tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga memastikan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan setiap jemaah hingga kembali ke tanah air. (mat)













Discussion about this post