Lamanesia.com – Pemerintah Kota Jambi terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna mempercepat pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk wilayah kerja Sumatra yang berkedudukan di Medan, Huang He, yang diterima langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Kota Jambi dan mitra di Tiongkok, khususnya penguatan hubungan dengan Kota Guangzhou yang selama ini telah terjalin melalui sejumlah program kolaborasi.
Wali Kota Maulana menyebut kunjungan Konjen Huang He menjadi momentum penting untuk meningkatkan status kerja sama yang selama ini difokuskan pada sektor kesehatan, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, teknologi, pariwisata, hingga peningkatan kapasitas aparatur.
“Selama ini kami telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Guangzhou, terutama dalam pengembangan layanan telemedicine. Beberapa tenaga kesehatan Kota Jambi juga telah mendapatkan pelatihan di Guangzhou. Kini kami ingin memperluas kerja sama ke berbagai sektor strategis lainnya,” ujar Maulana.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan pengalaman Kota Guangzhou dapat menjadi referensi penting bagi Kota Jambi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.
Selain sektor kesehatan, pembahasan juga mengarah pada pengembangan pendidikan melalui kerja sama antarpelajar dan perguruan tinggi, pelatihan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris, pertukaran akademik, serta pengembangan sumber daya manusia.
Maulana juga menyoroti besarnya potensi kerja sama di sektor pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa Konjen Huang He menunjukkan ketertarikan terhadap sejarah peradaban Melayu Jambi, khususnya Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi yang memiliki hubungan historis dengan perjalanan Biksu I Ching sebelum melanjutkan penyebaran ajaran Buddha ke Tiongkok.
“Hubungan sejarah ini menjadi modal yang sangat kuat untuk mempererat kerja sama di bidang kebudayaan dan pariwisata. Kami optimistis dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, perhotelan, transportasi, dan industri kreatif,” katanya.
Sementara itu, Konsul Jenderal RRT di Medan, Huang He, mengaku terkesan dengan sambutan hangat Pemerintah Kota Jambi. Ia menyebut kunjungannya ke Kota Jambi merupakan pengalaman pertama yang meninggalkan kesan mendalam.
“Ini pertama kali saya datang ke Kota Jambi dan saya sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Bapak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan membuka banyak peluang kerja sama di masa depan,” ujarnya.
Huang He menegaskan bahwa hubungan antara Tiongkok dan Jambi telah terjalin sejak lebih dari seribu tahun lalu melalui jalur perdagangan dan peradaban, sehingga memiliki fondasi yang kuat untuk terus dikembangkan.
Ia juga menilai Kota Jambi memiliki potensi besar dari sisi sejarah, budaya, serta kualitas sumber daya manusia yang layak diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat internasional, khususnya di Tiongkok.
“Saya ingin menjadi jembatan yang memperkenalkan Kota Jambi kepada masyarakat dan pelaku usaha di Tiongkok. Kami siap mendukung promosi kerja sama di bidang ekonomi, investasi, teknologi, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata,” tegas Huang He.
Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak saling bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen memperkuat hubungan bilateral. Pemerintah Kota Jambi menyerahkan plakat resmi Kota Jambi, batik khas Jambi, serta cendera mata daerah kepada Konsul Jenderal RRT.
Pemerintah Kota Jambi berharap kerja sama dengan Guangzhou maupun berbagai institusi di Tiongkok dapat terus berkembang melalui program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Jambi sebagai kota yang terbuka terhadap kerja sama internasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global. (mat)













Discussion about this post