Lamanesia.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kebersihan, keamanan dan kolaborasi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Maulana usai memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin (17/8/2026).
Menurut Maulana, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Kita harus terus menjaga kebersihan, menjaga keamanan. Dengan kebersihan dan keamanan yang baik, insyaallah pertumbuhan ekonomi kita dapat sesuai target, yaitu mencapai 6 persen,” ujar Maulana.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Jambi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi bagian penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
Banjir Jadi Prioritas
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius Pemkot Jambi adalah banjir.
Saat ini, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, khususnya pada Sistem Sungai Asam.
Maulana menargetkan keberadaan infrastruktur tersebut mampu mengurangi persoalan banjir pada Sistem Sungai Asam hingga sekitar 60 persen.
“Yang paling penting, kita berharap pada musim banjir tahun depan, sistem Sungai Asam ini dapat tertanggulangi. Target kita sekitar 60 persen persoalan banjir di Sistem Sungai Asam dapat kita atasi,” tegasnya.
Tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, kawasan kolam retensi nantinya juga dirancang menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pemkot Jambi menyiapkan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer di kawasan tersebut. Fasilitas pendukung dan penerangan juga akan disiapkan agar kawasan itu dapat digunakan untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan masyarakat lainnya.
“Nanti di sekelilingnya kita siapkan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Kita juga akan memasang lampu sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, baik untuk olahraga maupun aktivitas lainnya,” jelas Maulana.
Konsep tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan banjir, tetapi juga menghadirkan ruang publik baru sekaligus membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski demikian, Maulana menyebut masih terdapat dua sistem lain yang perlu dituntaskan, yakni Sistem Kenali dan Sistem Kambang. Lahan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir pada kedua sistem tersebut disebut telah dipersiapkan.
“Kalau tiga sistem ini bisa kita selesaikan, insyaallah persoalan banjir dapat kita tanggulangi secara bertahap,” katanya.
997 OPBM Berjalan
Selain banjir, persoalan sampah dan kebersihan juga menjadi perhatian Pemkot Jambi.
Maulana menyebut program Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah dan Masyarakat (OPBM) terus diperluas. Saat ini, sekitar 997 OPBM telah berjalan di berbagai wilayah Kota Jambi.
Program Kampung Bahagia juga terus dilanjutkan. Pada tahap pertama, program tersebut telah dilaksanakan di 795 RT dengan capaian lebih dari 100 persen.
“Kita masih memiliki RT yang akan masuk tahap kedua, termasuk pengadaan bentor. Insyaallah pelaksanaan OPBM ini dapat kita selesaikan secara keseluruhan,” ujarnya.
Maulana menilai pengelolaan sampah tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat harus terlibat aktif karena sampah juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Kita ingin kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat. Ketika lingkungan bersih dan asri, di saat yang sama kita juga bisa mendorong ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Upacara Berlangsung Khidmat
Sementara itu, upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Jambi berlangsung khidmat.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Forkopimda, Sekda Kota Jambi A. Ridwan, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, ASN, veteran, organisasi kemasyarakatan dan tamu undangan turut hadir dalam upacara tersebut.
Kemas Faried bertindak sebagai pembaca Naskah Proklamasi.
Sebelumnya, duplikat Bendera Pusaka dijemput dari Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, untuk kemudian dibawa menuju lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi dengan pengawalan personel TNI dan Polri.
Prosesi penyerahan bendera dilakukan Maulana kepada petugas pembawa baki, Lufita Khairi Lestari, siswi SMAN 8 Kota Jambi, yang didampingi Aqila Zahira dari SMA Negeri 2 Kota Jambi.
Sementara itu, pengibaran bendera dilakukan Polin Manalu dari SMA Negeri 5 Kota Jambi, Torik Ramadhan dari SMA Negeri 13 Kota Jambi dan M. Dafa Rino Aji dari MAN 2 Kota Jambi.
Maulana memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan baik.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi berjalan dengan baik. Adik-adik Paskibraka juga telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik,” ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, Pemkot Jambi juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pihak-pihak yang menorehkan prestasi.
Penghargaan tersebut di antaranya diberikan kepada pemenang Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Kota Jambi, fasilitator tercepat Program Kampung Bahagia Periode I Tahun 2026, serta anggota Polri yang berhasil mengungkap kasus benih bening lobster (BBL).
Bagi Maulana, peringatan 81 tahun kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kota Jambi.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan pembangunan. Mari bersama-sama menjaga Kota Jambi agar tetap bersih, aman, nyaman dan ekonominya terus tumbuh,” tegasnya.













Discussion about this post