Lamanesia.com – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi dan Komunikasi Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Guru di Provinsi Jambi yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Sabtu (4/7/2026), di Swiss-Belhotel Jambi.
Mengusung tema “Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Negara Menuju Indonesia Raya”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran guru dan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
Acara dibuka langsung oleh Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., melalui prosesi pemukulan gong, yang dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata serta buku-buku pembinaan ideologi Pancasila kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi moral dan karakter yang kuat.
“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemajuan karakter. Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi juga bangsa yang kokoh jati dirinya. Pancasila harus tetap menjadi bintang penuntun agar generasi muda mampu menyaring setiap pengaruh, memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana, serta menjunjung tinggi persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial,” tegas Maulana.
Ia menjelaskan, sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi terus mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila melalui berbagai program pembangunan, salah satunya Program Kampung Bahagia yang mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurutnya, konsep kota bahagia bukan hanya terpenuhinya kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga terciptanya rasa aman, saling menghargai, saling membantu, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kota yang bahagia adalah kota yang masyarakatnya hidup dalam semangat persatuan, pemerintahnya melayani dengan adil, pemudanya kreatif dan berintegritas, serta seluruh warganya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak,” ujarnya.
Maulana juga mengajak masyarakat untuk mulai mengamalkan nilai-nilai Pancasila dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, mengedepankan musyawarah, bersikap jujur, disiplin, peduli terhadap sesama, serta menjaga persatuan.
Ia turut mengapresiasi kehadiran Kepala BPIP RI beserta para narasumber yang telah memberikan pembekalan kepada para guru dan kepala sekolah di Provinsi Jambi.
*”Peran guru sangat penting dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak muda. Tantangan yang mereka hadapi saat ini semakin kompleks, sehingga kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat Kota Jambi,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPIP RI Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki empat “mukjizat politik” yang menjadi fondasi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Sumpah Pemuda 1928, Lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman, Pancasila sebagai ideologi negara, serta Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan kembali nilai-nilai Pancasila melalui dunia pendidikan. BPIP bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga membagikan puluhan buku Pendidikan Pancasila sebagai bahan ajar bagi guru, kepala sekolah, hingga mahasiswa.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pendidik semakin mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik sehingga lahir generasi yang berkarakter, berintegritas, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. (mat)













Discussion about this post