Lamanesia.com – Semangat persaudaraan dan pelestarian budaya Jawa mewarnai pelaksanaan Doa Bersama dan Gebyar Suro 1448 Hijriah yang digelar Paguyuban Keluarga Jawa Merangin (PKJM) di Pendopo PKJM, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Merangin sekaligus Ketua Dewan Pembina PKJM, H A Khafidh, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta melestarikan budaya warisan leluhur sebagai modal penting dalam membangun daerah.
Mengusung tema “Rukun Agawe Sentosa, Crah Agawe Bubrah, Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh”, kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan warga serta tokoh masyarakat Jawa yang ada di Kabupaten Merangin.
Suasana semakin hangat ketika H A Khafidh memperkenalkan satu per satu kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin yang berasal dari warga keturunan Jawa. Menurutnya, kehadiran mereka diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, H A Khafidh juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menjalin komunikasi dengan pemerintah apabila membutuhkan bantuan atau pelayanan.
“Ibu-ibu dan bapak-bapak jangan sungkan-sungkan jika ada yang ingin dibantu dalam berbagai urusan dengan para pejabat dari warga Merangin asal Jawa ini,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Ia menegaskan, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, saling membantu, serta rasa kekeluargaan harus terus dipertahankan sebagai fondasi dalam mewujudkan Kabupaten Merangin yang semakin maju dan harmonis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Merangin Herman Effendi yang mengenakan busana adat Jawa, Ketua PKJM Amir Ahmad beserta jajaran pengurus, Ketua Panitia Akhoi, para kepala OPD, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.
Sebagai bentuk rasa syukur, acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Sesepuh PKJM H Mat Agung bersama Wakil Bupati H A Khafidh. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada perwakilan sesepuh perempuan PKJM sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan.
Rangkaian Gebyar Suro 1448 H diakhiri dengan doa bersama, sesi foto, saling bersalaman, dan ramah tamah menikmati hidangan khas Jawa yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga. (den)













Discussion about this post