Lamanesia.com – Komitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok daerah terus ditunjukkan Bank Jambi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi. Kali ini, perhatian diberikan kepada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) melalui kegiatan Edukasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Mengusung tema “Lentera Inklusi di Balik Rimba: Membangun Kemandirian Finansial Suku Anak Dalam”, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pengetahuan dan layanan keuangan bagi masyarakat adat yang selama ini masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau sektor keuangan formal.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya, Wakil Bupati Merangin H. Abdul Khafidh, Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi H. Achmad Nunung HS, jajaran OPD Kabupaten Merangin, Ketua Tumenggung, serta masyarakat, perempuan dan pelajar Suku Anak Dalam.
Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen. Meski mengalami peningkatan, masih terdapat kesenjangan sebesar 14,02 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi OJK untuk terus memprioritaskan edukasi keuangan kepada kelompok masyarakat dengan tingkat literasi yang masih rendah, termasuk masyarakat pedesaan dan wilayah 3T serta komunitas adat seperti Suku Anak Dalam.
“Dengan pemahaman keuangan yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara bijak, mengelola pendapatan lebih efektif, serta melindungi diri dari berbagai risiko dan kejahatan keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi H. Khairul Suhairi melalui Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi H. Achmad Nunung HS menegaskan bahwa Bank Jambi mendukung penuh upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Suku Anak Dalam diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung, pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan layanan perbankan, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Bank Jambi juga menyerahkan tabungan secara simbolis kepada masyarakat dan pelajar SAD sebagai bentuk dukungan terhadap budaya menabung sejak dini.
Kolaborasi antara Bank Jambi, OJK, Pemerintah Kabupaten Merangin dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong masyarakat Suku Anak Dalam menjadi lebih mandiri secara ekonomi, memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal, serta meningkatkan kesejahteraan hidup secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa semangat inklusi keuangan tidak hanya hadir di perkotaan, tetapi juga menjangkau hingga ke balik rimba, membawa harapan baru bagi masa depan masyarakat adat di Provinsi Jambi. (pin)













Discussion about this post