Lamanesia.com – Desa Lopak Alai, Kabupaten Muaro Jambi, semakin mantap menatap masa depan sebagai sentra pembibitan ikan patin unggulan. Dengan dukungan Program Pengembangan Masyarakat Desa Patin Terpadu dan Ekowisata Perikanan yang diinisiasi Pertamina EP Jambi, masyarakat kini tengah mempersiapkan fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian benih patin sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Di desa yang memiliki lebih dari 1.280 kolam ikan patin tersebut, sektor perikanan telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Namun, ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Karena itu, pengembangan sentra pembibitan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebanyak 15 anggota Kelompok Sentra Pembibitan Patin Sejahtera (SEPATA) mengikuti kunjungan dan studi banding ke Balai Pembibitan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempelajari berbagai teknik pembibitan mulai dari pengelolaan indukan, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva hingga proses pendederan benih siap tebar.
Tidak hanya mendapatkan teori, para peserta juga melihat langsung sistem pembibitan modern yang diterapkan di BPBAT Sungai Gelam. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk mengembangkan sentra pembibitan yang profesional dan berkelanjutan di Desa Lopak Alai.
Kepala BPBAT Sungai Gelam, Nur Muflich Juniyanto, menegaskan bahwa keberhasilan usaha pembibitan tidak hanya bergantung pada teknologi dan fasilitas, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Pembibitan yang baik membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan pengelolaan yang berkelanjutan. Kami berharap masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sehingga mampu mengembangkan usaha pembibitan yang produktif dan menghasilkan benih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Pertamina EP Jambi menilai penguatan kapasitas masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui Program Desa Patin Terpadu, perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang terintegrasi mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan hasil hingga pengembangan ekowisata perikanan.
Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Desa Lopak Alai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat perikanan patin yang mandiri dan berdaya saing.
“Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan Sentra Pembibitan Patin Sejahtera (SEPATA), kami berharap masyarakat memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan, mampu menciptakan nilai tambah dari potensi desa, serta menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain,” katanya.
Dari kegiatan tersebut, anggota kelompok SEPATA berhasil meningkatkan pemahaman mengenai teknik pembibitan patin, mengidentifikasi praktik terbaik pengelolaan pembenihan, serta menyusun kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk membangun sentra pembibitan di desa mereka. Selain itu, terjalin pula peluang kemitraan dengan BPBAT Sungai Gelam sebagai mitra teknis dalam pengembangan program ke depan.
Keberadaan Sentra Pembibitan Patin Sejahtera diharapkan menjadi tonggak penting terwujudnya Desa Lopak Alai sebagai Desa Patin Terpadu sekaligus sentra pembibitan patin tersertifikasi di Kabupaten Muaro Jambi. Dengan ketersediaan benih berkualitas secara mandiri, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Dari kolam-kolam patin yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, kini tumbuh harapan baru untuk membangun ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berbasis potensi lokal yang berdaya saing. (Rdi)










Discussion about this post