Jakarta – Program Magang Nasional terus menunjukkan manfaat nyata sebagai jembatan menuju dunia kerja. Tak hanya membuka kesempatan bagi lulusan baru, program yang digagas pemerintah ini juga memberikan ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan hingga berhasil memperoleh pekerjaan tetap.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Rizky, peserta magang penyandang disabilitas yang kini telah diterima bekerja. Di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Rizky menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program tersebut.
“Sudah diterima bekerja, terima kasih, Pak,” ujar Rizky, seperti dikutip dari unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (30/6).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kisah Rizky menjadi bukti bahwa Program Magang Nasional bukan sekadar sarana belajar, tetapi telah menjadi jalur nyata menuju dunia kerja yang lebih inklusif. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkarier.
Ia menjelaskan, selain diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi, program ini juga dibuka bagi berbagai kalangan profesi serta penyandang disabilitas agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap lapangan pekerjaan.
Tak hanya menawarkan pengalaman kerja, peserta magang juga memperoleh penghasilan selama enam bulan masa penempatan di perusahaan. Besaran pendapatan disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di daerah masing-masing, berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari mentor di perusahaan sehingga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing peserta saat memasuki dunia kerja.
Keberhasilan Program Magang Nasional mulai terlihat dari hasil angkatan pertama. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, dari lebih dari 102 ribu peserta, sekitar 30 persen langsung direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani magang. Sementara peserta lainnya diproyeksikan akan terserap dalam kurun dua hingga tiga bulan berikutnya.
Melihat tingginya tingkat keberhasilan tersebut, pemerintah meningkatkan target peserta pada angkatan kedua menjadi 150 ribu orang. Program ini juga mendapat dukungan dari sekitar 8.800 perusahaan mitra yang berasal dari sektor BUMN maupun swasta.
Pemerintah berharap perluasan Program Magang Nasional dapat semakin mempercepat penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia, sekaligus menghadirkan kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (Rdi)








Discussion about this post