Lamanesia.com – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mengeluarkan peringatan dini bagi warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Peringatan ini menyusul potensi kuat terjadinya banjir kiriman dari wilayah hulu di Provinsi Sumatera Barat, yang saat ini masih mengalami banjir meluas.
Kepala BPBD Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, menjelaskan bahwa meski permukaan air Sungai Batanghari hingga kini belum menunjukkan kenaikan signifikan, kondisi banjir di hulu menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi.
“Kami memohon kepada seluruh warga, terutama yang berada di daerah langganan banjir di sepanjang DAS Batanghari, untuk tidak lengah. Dikhawatirkan air limpahan banjir dari Sumbar mengalir ke wilayah kita,” ujar Lubis, Sabtu (29/11/2025).
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat sejumlah kecamatan yang menjadi kawasan paling rawan terdampak, yakni Jaluko, Sekernan, Kumpeh Ulu, dan Maro Sebo. Lubis menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan, karena mitigasi bencana tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Warga harus ikut menjaga lingkungan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda peningkatan air agar bisa ditangani dengan cepat,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Muaro Jambi telah menyiagakan tim reaksi cepat, lengkap dengan peralatan evakuasi di sejumlah titik strategis. Koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Jambi serta daerah hulu juga terus dilakukan untuk memantau perkembangan data curah hujan dan debit air secara real time.
BPBD mengimbau masyarakat untuk terus waspada 24 jam, mengamankan barang berharga, serta memantau informasi resmi dari pemerintah daerah guna meminimalkan dampak jika banjir kiriman benar-benar terjadi. (pin)













Discussion about this post