Lamanesia.com – Bank Jambi terus mempercepat pemulihan layanan perbankan dengan menambah jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) aktif menjadi 75 unit serta mengoperasikan 15 unit Cash Recycle Machine (CRM) di berbagai wilayah.
Langkah ini merupakan bagian dari proses reaktivasi layanan yang dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama sejak 14 Maret 2026, sebanyak 66 unit ATM telah kembali beroperasi di kantor cabang, kantor cabang pembantu (KCP), dan kantor fungsional.
Memasuki tahap kedua per 20 April 2026, Bank Jambi menambah sembilan unit ATM di area perkantoran pemerintah daerah serta mulai mengoperasikan 15 unit mesin CRM yang memungkinkan layanan tarik dan setor tunai secara langsung.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, mengungkapkan bahwa penambahan layanan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia.
“ATM di sejumlah kantor pemkab dan pemkot kini sudah bisa diaktifkan kembali. Selain itu, layanan CRM juga kami optimalkan dengan penambahan waktu operasional,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, untuk layanan digital seperti mobile banking, pihaknya masih melakukan penyiapan infrastruktur baru. Bank Jambi tengah melakukan pembaruan sistem core banking dari versi lama ke versi terbaru guna meningkatkan keamanan dan keandalan layanan.
“Upgrade sistem sedang berjalan. Mudah-mudahan pada Juli atau Agustus layanan mobile banking sudah dapat digunakan kembali secara optimal,” jelasnya.
Selain penambahan unit ATM dan CRM, Bank Jambi juga memperpanjang jam operasional ATM di kantor cabang. Jika sebelumnya layanan hanya tersedia hingga pukul 16.00 WIB, kini diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada nasabah.
Tak hanya itu, sejak 28 Februari 2026, Bank Jambi juga telah memberlakukan layanan operasional terbatas pada akhir pekan sebagai bentuk komitmen menjaga akses layanan bagi masyarakat.
Proses pemulihan sistem dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penguatan keamanan. Koordinasi dengan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan, terus diperkuat guna memastikan seluruh layanan dapat kembali normal, aman, dan andal.
Manajemen Bank Jambi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia dan OJK dalam menjaga stabilitas layanan perbankan selama proses pemulihan berlangsung. (Rdi)













Discussion about this post