Lamanesia.com – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah dan menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Pencanangan sekaligus pendataan perdana dilakukan langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, di Rumah Dinas Bupati Merangin, Senin (15/6). Dalam kegiatan tersebut, Bupati menjadi responden pertama yang didata oleh petugas sensus sebagai simbol dimulainya pendataan ekonomi di Kabupaten Merangin.
Tak hanya itu, Bupati juga melepas secara simbolis sebanyak 411 petugas lapangan yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Merangin hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Dalam sambutannya, M. Syukur menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang diperoleh dari masyarakat dan pelaku usaha.
“Data ini sangat vital. Saya minta masyarakat jangan ragu memberikan informasi yang jujur dan transparan kepada petugas. Data yang akurat akan menjadi fondasi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran demi kemajuan ekonomi Merangin,” tegas M. Syukur.
Sementara itu, Kepala BPS Merangin, Yudhi Fri Amara, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan sejak tahun 1986. Kegiatan ini bertujuan untuk memotret kondisi riil seluruh sektor usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan berskala besar.
Untuk menjamin kualitas pendataan, BPS Merangin telah menyiapkan dan melatih 411 petugas secara intensif. Seluruh petugas dibekali atribut resmi berupa rompi, tanda pengenal ber-barcode, serta surat tugas yang dapat diverifikasi masyarakat.
“Apabila masyarakat merasa ragu, identitas petugas dapat dicek melalui barcode yang terdapat pada kartu pengenal mereka. Ini untuk memastikan proses pendataan berjalan aman dan terpercaya,” jelas Yudhi.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Merangin. Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Zulhifni, menilai hasil sensus akan menjadi referensi penting dalam menyusun berbagai program pembangunan daerah di masa mendatang.
Menurutnya, integrasi data antara BPS dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar kebijakan pembangunan, mulai dari pengentasan stunting hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi, dapat dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
“Data dari sensus ini akan menjadi rujukan utama dalam merencanakan program pembangunan. Kami berharap kolaborasi ini menciptakan sistem statistik yang terintegrasi sehingga kebijakan pembangunan lebih efektif dan tidak menimbulkan perbedaan data,” ujar Zulhifni.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Merangin akan berlangsung selama sekitar 2,5 bulan. Pemerintah daerah berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif memberikan informasi yang valid demi terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tali Undang Tambang Teliti. (Rdi)













Discussion about this post