Lamanesia.com – Perubahan cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan intens hingga panas ekstrem, meningkatkan potensi penyebaran penyakit menular berbasis lingkungan di Kota Jambi. Salah satu yang kembali menjadi sorotan serius adalah demam berdarah dengue (DBD), penyakit yang dapat berkembang cepat dan berujung fatal jika terlambat ditangani.
Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 523 kasus DBD dengan 7 kasus kematian. Meski jumlah kasus menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 735 kasus, angka kematian justru mengalami peningkatan tajam sehingga memicu kewaspadaan pemerintah dan masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi, Rini Kartika Handajani, menegaskan bahwa DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan dapat berkembang menjadi kondisi berat jika pasien terlambat mendapatkan perawatan.
“Demam berdarah bisa berkembang menjadi kondisi berbahaya apabila pasien terlambat ditangani,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit. Penanganan cepat dinilai menjadi kunci menekan risiko kematian.
Dinas Kesehatan juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat serta menggiatkan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selain itu, penggunaan larvasida pada tempat penampungan air dianjurkan sebagai langkah tambahan untuk memutus rantai penyebaran nyamuk penyebab DBD. Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat mencegah potensi wabah di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. (mat)













Discussion about this post